BeritaNusa Tenggara Timur

Guru sebagai Role Model di Kupang: Bagaimana Sikap dan Integritas Pendidik Menentukan Masa Depan Generasi?

514
×

Guru sebagai Role Model di Kupang: Bagaimana Sikap dan Integritas Pendidik Menentukan Masa Depan Generasi?

Sebarkan artikel ini
Guru SMKN 4 Kupang membimbing siswa dalam pembelajaran karakter
Keterangan gambar: Seorang guru di SMKN 4 Kupang memberikan pembelajaran dan teladan sikap kepada siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter dan integritas generasi muda.

Peran strategis guru dalam membentuk karakter bangsa

KUPANG | DETIKREPORTASE.COM – Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, melainkan arsitek masa depan bangsa. Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, peran guru semakin penting di tengah perubahan sosial, arus digitalisasi, dan tantangan moral generasi muda. Dari cara berbicara hingga cara bertindak, guru menjadi cermin yang setiap hari ditatap dan ditiru oleh siswa.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Lebih dari itu, guru adalah figur teladan yang membentuk karakter, etika, dan integritas anak-anak bangsa.

Di era teknologi dan kecerdasan buatan, tantangan guru juga semakin kompleks.

Perubahan dunia kerja dan cara belajar akibat kemajuan AI seperti yang tergambar dalam artikel nasional berikut :

https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/

menunjukkan bahwa generasi masa depan tidak cukup hanya dibekali ilmu, tetapi juga karakter kuat agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan bermoral.

 

Sikap dan integritas guru sebagai fondasi keteladanan

Guru yang berintegritas adalah guru yang mampu menyatukan kata dan perbuatan. Menurut Stephen Covey, integritas membuat seseorang layak dipercaya. Dalam dunia pendidikan, kepercayaan adalah kunci. Siswa akan menghormati dan mengikuti guru yang adil, jujur, dan konsisten dalam sikapnya.

Sebagaimana direfleksikan oleh Halen S. Taka, S.Pd., M.Hum, guru SMKN 4 Kupang, integritas guru tidak hanya terlihat di ruang kelas, tetapi juga dalam keseharian: ketepatan waktu, keadilan dalam menilai, dan ketulusan dalam membimbing. Ketika siswa melihat guru menepati janji dan berlaku jujur, mereka belajar bahwa nilai-nilai itu penting untuk kehidupan.

Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang ditanamkan guru hari ini akan menjadi benteng moral bagi siswa di masa depan, terutama ketika mereka kelak berhadapan dengan berbagai godaan dan tekanan sosial.

 

Bahasa, penampilan, dan perilaku dalam membangun karakter siswa

Sikap verbal dan nonverbal guru memainkan peran besar dalam pembentukan karakter. Bahasa yang santun, penghargaan terhadap pendapat siswa, serta umpan balik yang membangun akan menciptakan suasana belajar yang sehat. Sebaliknya, kata-kata kasar atau sikap meremehkan dapat merusak kepercayaan diri siswa.

Penampilan guru juga tidak kalah penting. Pakaian yang rapi dan profesional mencerminkan penghargaan terhadap profesi dan terhadap siswa. Dari hal-hal kecil seperti ini, siswa belajar tentang disiplin, kerapian, dan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.

Perilaku guru yang humanis, sabar, dan tegas secara proporsional membentuk lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan seperti inilah yang memungkinkan siswa tumbuh tidak hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai pribadi yang berkarakter.

 

Disiplin dan kompetensi guru dalam menyiapkan generasi taat aturan

Disiplin pribadi guru adalah fondasi dari disiplin siswa. Guru yang datang tepat waktu, memeriksa tugas dengan teliti, dan konsisten dengan aturan mengajarkan nilai tanggung jawab secara nyata. Nilai ini sangat penting di tengah perubahan sistem hukum nasional.

Mulai 2 Januari 2026, Indonesia akan menerapkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru sebagaimana diulas dalam artikel berikut :

https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

yang menuntut warga negara lebih sadar hukum, beretika, dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter yang kuat di sekolah menjadi dasar agar generasi muda tidak hanya paham aturan, tetapi juga memiliki kesadaran moral untuk mematuhinya.

Selain disiplin, kompetensi akademik guru juga menentukan kualitas lulusan. Guru yang terus belajar, mengikuti pelatihan, dan memperbarui metode mengajar menunjukkan bahwa pembelajaran adalah proses seumur hidup. Teladan seperti ini akan ditiru oleh siswa, membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing.

Pada akhirnya, guru adalah penjaga nilai-nilai bangsa. Dari keteladanan merekalah lahir generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

✍️ Yohanes Tafaib | detikreportase.com | Kupang – Nusa Tenggara Timur

DETIKREPORTASE.COM : Mendidik Karakter, Menjaga Masa Depan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250