BeritaNasional

Mengenal ATR 42-500: Pesawat Regional Andal untuk Medan Sulit Indonesia, Apa Keunggulan dan Tantangannya?

518
×

Mengenal ATR 42-500: Pesawat Regional Andal untuk Medan Sulit Indonesia, Apa Keunggulan dan Tantangannya?

Sebarkan artikel ini
Pesawat ATR 42-500 dalam Operasi Penerbangan Regional
Gambar : Ilustrasi pesawat turboprop ATR 42-500 dikenal sebagai salah satu armada andalan untuk melayani rute regional dan wilayah dengan kondisi geografis menantang di Indonesia.

ATR 42-500 dan Perannya dalam Penerbangan Regional Indonesia

JAKARTA | DETIKREPORTASE.COM – Pesawat ATR 42-500 yang menjadi sorotan publik setelah insiden di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat turboprop regional yang selama ini dikenal andal untuk melayani penerbangan jarak pendek hingga menengah, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis menantang seperti Indonesia.

Pesawat ini dirancang untuk menjangkau bandara dengan keterbatasan infrastruktur, baik dari sisi panjang landasan pacu maupun fasilitas pendukung lainnya. Dengan karakteristik tersebut, ATR 42-500 banyak digunakan untuk menghubungkan wilayah terpencil, rute antarpulau, serta daerah yang tidak dapat dilayani oleh pesawat jet berbadan sempit.

Dalam sistem transportasi udara nasional, ATR 42-500 memiliki peran strategis sebagai penghubung konektivitas wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia dan daerah pegunungan.

 

Desain dan Spesifikasi Teknis Pesawat ATR 42-500

ATR 42-500 merupakan hasil pengembangan dari generasi awal ATR 42 yang diproduksi oleh perusahaan dirgantara Eropa, ATR. Seri ini hadir dengan sejumlah peningkatan, khususnya pada performa mesin, sistem avionik, serta efisiensi bahan bakar.

Pesawat ini menggunakan dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada yang dikenal stabil dan efisien untuk penerbangan regional. Kecepatan jelajahnya berada pada kisaran pesawat turboprop modern, sehingga mampu melayani rute antarkota secara optimal tanpa mengorbankan efisiensi operasional.

Dari sisi desain, bentang sayap dan struktur badan pesawat memungkinkan ATR 42-500 melakukan lepas landas dan pendaratan di landasan pendek. Hal ini menjadi keunggulan utama dalam mendukung penerbangan ke daerah dengan keterbatasan geografis dan infrastruktur bandara.

 

Kesesuaian ATR 42-500 dengan Geografi Indonesia

Indonesia dikenal memiliki karakteristik geografis yang kompleks, mulai dari pegunungan tinggi, hutan lebat, hingga pola cuaca tropis yang dinamis. Dalam kondisi tersebut, pesawat turboprop seperti ATR 42-500 dinilai lebih adaptif dibandingkan pesawat jet, terutama untuk rute regional.

Kemampuan terbang pada kecepatan lebih rendah memberikan ruang kendali navigasi yang lebih besar, khususnya saat mendekati bandara di wilayah bergunung atau dengan visibilitas terbatas. Tak heran jika ATR 42-500 banyak dioperasikan oleh maskapai regional, operator charter, hingga penerbangan khusus pemerintahan.

Meski demikian, para pengamat penerbangan menegaskan bahwa medan sulit tetap membutuhkan navigasi presisi, perencanaan rute yang matang, serta dukungan sistem pengawasan penerbangan yang optimal. Pesawat yang dirancang untuk wilayah ekstrem bukan berarti terbebas dari risiko operasional.

 

Pelajaran Keselamatan dari Insiden Bulusaraung

Insiden jatuhnya ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan merupakan hasil dari kombinasi banyak faktor, mulai dari teknologi pesawat, kesiapan awak, kondisi lingkungan, hingga sistem pendukung navigasi. Meskipun ATR 42-500 dikenal andal untuk medan sulit, tantangan geografis dan cuaca tetap menuntut kewaspadaan tinggi.

Peristiwa ini juga menegaskan bahwa jalur penerbangan di wilayah pegunungan memerlukan manajemen risiko yang ketat. Visibilitas terbatas, perubahan cuaca yang cepat, serta kontur medan yang ekstrem menjadi faktor yang harus diperhitungkan secara cermat dalam setiap operasi penerbangan.

Artikel ini disusun sebagai materi edukasi publik berdasarkan data teknis pesawat dan informasi awal dari berbagai sumber resmi, serta bertujuan menambah pemahaman pembaca mengenai karakteristik ATR 42-500 dalam konteks keselamatan penerbangan nasional.

 

Ikuti Saluran WhatsApp Detikreportase.com

Agar tidak tertinggal berita penting, isu hukum, dan laporan publik pilihan langsung dari redaksi.

Tanpa spam. Ringkas. Terpercaya.

📲 Gabung di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VbBRVcA3mFYAtoCNkg0N

 

✍️ Diky HR  | detikreportase.com | Jakarta

DETIKREPORTASE.COM : Edukasi Transportasi dan Keselamatan Penerbangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250