Dari jalanan ibu kota menuju mimpi menjadi jurnalis
JAKARTA | DETIKREPORTASE.COM – Pagi di Jakarta selalu datang lebih cepat bagi mereka yang hidup dari jalanan. Saat sebagian orang masih terlelap, suara mesin motor sudah bersahutan, menembus embun dan sisa dingin malam. Di antara deru kendaraan itu, Mardhika Agung Nugraha memulai harinya sejak pukul lima pagi. Jaket hijau ojek daring melekat di tubuhnya, helm menutup kepala, dan sebuah ponsel di dashboard motor menjadi penentu nasib hari itu.
Bagi Mardhika, menjadi driver Gojek bukan sekadar pekerjaan. Itu adalah cara bertahan hidup di kerasnya ibu kota. Setiap tarikan gas adalah harapan, setiap pesanan adalah peluang, dan setiap kilometer jalan yang dilalui menyimpan cerita manusia yang berbeda-beda. Ia hafal betul karakter Jakarta: macetnya, panasnya, serta kerasnya perjuangan orang-orang kecil yang menggantungkan hidup di kota ini.
Di balik helm hijau, lahir mimpi menulis dan menyuarakan kebenaran
Hari-hari di jalanan menempa mental Mardhika. Ia bertemu penumpang ramah, penumpang pendiam, bahkan yang kerap meluapkan emosi tanpa alasan jelas. Namun satu hal yang selalu ia jaga adalah kesabaran. Ia percaya hidup tidak selamanya berada di titik rendah. Selama seseorang mau berusaha dan belajar, jalan keluar akan selalu ada.
Di sela menunggu order, Mardhika kerap membuka ponselnya bukan hanya untuk aplikasi ojek daring, tetapi juga membaca berita. Ia menyimak tulisan-tulisan wartawan dengan penuh perhatian. Ada kekaguman yang tumbuh perlahan. Dalam hati kecilnya, ia sering berujar ingin suatu hari kelak menulis, menyampaikan fakta, dan membela kebenaran melalui kata-kata.
Mimpi itu tidak datang secara instan. Malam hari, setelah tubuh lelah seharian menarik order, Mardhika masih memaksa diri menulis. Ia menuangkan cerita tentang penumpang, tentang ketimpangan sosial, tentang jeritan masyarakat kecil yang sering luput dari sorotan. Tulisan-tulisan itu ia unggah ke media sosial dan blog pribadi. Meski pembacanya tak banyak, ia tak berhenti.
Perjuangan sunyi hingga pintu dunia jurnalistik terbuka
Tak jarang rasa putus asa datang menghampiri. Penghasilan yang tidak menentu, tubuh yang letih, dan mimpi yang terasa terlalu tinggi bagi seorang driver ojek daring sempat membuatnya goyah. Namun setiap kali ingin menyerah, ia teringat keluarga dan doa-doa yang tak pernah putus mengiringi langkahnya.
Perlahan, kesempatan mulai menampakkan diri. Salah satu tulisannya menarik perhatian seorang kenalan di dunia media. Mardhika diminta mengirimkan tulisan yang lebih serius dan terstruktur. Rasa gugup bercampur semangat menyelimuti dirinya. Ia mulai belajar lebih dalam tentang etika jurnalistik, teknik wawancara, serta pentingnya verifikasi data dalam penulisan berita.
Hari pertama turun liputan menjadi momen yang tak terlupakan. Ia masih mengendarai motor yang sama, hanya saja jaket hijau diganti kemeja sederhana. Di tangannya ada buku catatan dan kartu identitas pers. Saat itu, senyum kecil terukir di wajahnya. Perjalanan panjang yang ia tempuh dari jalanan mulai menemukan arah baru.
Menjadi wartawan dengan keberpihakan pada suara rakyat kecil
Kini, Mardhika Agung Nugraha dikenal sebagai wartawan. Namun ia tidak pernah melupakan masa lalunya. Pengalaman hidup sebagai driver Gojek membuatnya peka terhadap persoalan masyarakat akar rumput. Ia tahu bagaimana rasanya dipandang sebelah mata, bagaimana kerasnya mencari nafkah, dan bagaimana pentingnya suara kecil didengar.
Dalam setiap liputan, Mardhika berusaha menulis dengan jujur dan empati. Baginya, jurnalistik bukan sekadar profesi, tetapi bentuk pengabdian. Tulisan-tulisannya hidup karena lahir dari pengalaman nyata. Ia tidak menulis dari menara gading, melainkan dari pemahaman mendalam tentang realitas di lapangan.
Mardhika percaya masa lalu bukan untuk disesali, melainkan dijadikan pijakan. Dari panasnya jalanan Jakarta hingga ruang redaksi, ia membuktikan bahwa mimpi akan menemukan jalannya bagi mereka yang tidak berhenti berjuang. Kisahnya menjadi pengingat bahwa perubahan hidup bisa datang dari arah yang tak terduga, selama keberanian dan ketekunan tetap dijaga.
✍️ Mardhika A.N, M.Pd | detikreportase.com | Jakarta – DKI Jakarta
DETIKREPORTASE.COM : Dari Jalanan Menuju Jurnalisme yang Berpihak pada Kebenaran





