BeritaKalimantan SelatanNasional

Wapres RI Gibran Rakabuming Tinjau Posko Pengungsian dan Pemukiman Banjir di Banjar, Apakah Perlindungan Warga Akan Optimal?

519
×

Wapres RI Gibran Rakabuming Tinjau Posko Pengungsian dan Pemukiman Banjir di Banjar, Apakah Perlindungan Warga Akan Optimal?

Sebarkan artikel ini
Wapres Gibran Rajabuming meninjau pengungsi banjir di Banjar.
Fhoto : Wakil Presiden Gibran Rajabuming meninjau langsung kondisi pengungsi banjir di lapangan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis 8 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan perlindungan maksimal bagi warga terdampak.

Wakil Presiden Serap Langsung Kondisi Pengungsi

BANJAR | DETIKREPORTASE.COM — Suasana haru dan kepedulian tersaji saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis, 8 Januari 2026. Kunjungan ini difokuskan pada posko pengungsian bagi warga terdampak banjir di eks Puskesmas Kecamatan Sungai Tabuk.

Di lokasi, Wapres menyapa para pengungsi, berdialog langsung dengan warga, dan mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka selama berada di tempat pengungsian. Ia menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Pelayanan dasar bagi seluruh warga terdampak harus tetap berjalan optimal,” ujar Wapres saat meninjau posko, sambil berbincang dengan beberapa keluarga pengungsi yang sempat kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Suasana haru terlihat saat Wapres menyalami anak-anak dan lansia, memberikan perhatian penuh tanpa membedakan status sosial.

 

Fasilitas Dasar dan Penanganan Darurat

Selain meninjau posko, Wapres memastikan ketersediaan obat-obatan, air bersih, sanitasi, dan fasilitas pendukung lainnya terus terjaga. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit akibat banjir berkepanjangan. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan darurat serta pemulihan wilayah terdampak.

Dalam kunjungan itu, Wapres juga meninjau dapur umum yang menyiapkan makanan bagi pengungsi. Ia memastikan proses distribusi berjalan lancar, higienis, dan tepat sasaran. Tim dapur umum melaporkan setiap hari menyiapkan ribuan paket makanan untuk warga terdampak, terutama bagi ibu hamil dan balita yang membutuhkan asupan gizi khusus.

Kehadiran Wapres disambut hangat oleh warga. Seorang pengungsi, Siti Aminah, menyampaikan rasa terima kasihnya: “Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Bapak Wapres memberi semangat baru untuk kami yang terdampak.”

 

Monitoring Pemukiman Tergenang

Setelah meninjau posko, Wapres melanjutkan peninjauan ke pemukiman warga yang masih tergenang banjir menggunakan perahu karet. Ia melihat langsung kondisi rumah-rumah terdampak, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di lapangan.

Wapres menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mempercepat evakuasi, bantuan, serta rehabilitasi rumah yang rusak atau masih terendam. Ia juga meminta agar prioritas diberikan kepada kelompok rentan agar mereka segera mendapatkan tempat aman dan layanan kesehatan.

Sejumlah warga yang rumahnya masih tergenang menyampaikan kendala selama banjir, mulai dari akses air bersih, listrik padam, hingga keterbatasan obat-obatan. Pemerintah daerah melaporkan bahwa posko-posko pengungsian terus beroperasi 24 jam, dengan dukungan tenaga kesehatan dan relawan lokal.

 

Data Dampak Banjir dan Langkah Pemerintah

Berdasarkan data sementara dari BPMI Setwapres, banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada:

9 kecamatan dan 121 desa terdampak

23.133 rumah terdampak, dengan 13.732 rumah masih terendam

42.082 kepala keluarga dan 118.151 jiwa, termasuk kelompok rentan

Data resmi ini menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan bantuan darurat, rehabilitasi, dan pemulihan jangka panjang. Pemerintah juga menekankan program mitigasi bencana, mulai dari perbaikan tanggul, normalisasi sungai, hingga edukasi kesiapsiagaan bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Wapres menyampaikan pesan agar masyarakat tetap tenang, disiplin mengikuti arahan evakuasi, dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit pasca-banjir.

Kunjungan ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap perlindungan maksimal bagi warga terdampak bencana. Meski demikian, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana langkah-langkah tersebut sudah mampu menjangkau seluruh kelompok rentan secara merata dan berkelanjutan.

✍️ Tim | detikreportase.com | Banjar – Kalimantan Selatan

DETIKREPORTASE.COM : Perlindungan Maksimal untuk Warga Terdampak Banjir, Apakah Sudah Terwujud?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250