BeritaSumatra Utara

Hadirkan Rasa Aman, Polsek Bahorok Kawal Ibadah Minggu Kasih di Gereja GBKP Runggun Bahorok

347
×

Hadirkan Rasa Aman, Polsek Bahorok Kawal Ibadah Minggu Kasih di Gereja GBKP Runggun Bahorok

Sebarkan artikel ini
Polsek Bahorok Kawal Ibadah Minggu Kasih di Gereja GBKP Runggun Bahorok

Pengamanan Penuh Empati di Tengah Ibadah Umat

LANGKAT | DETIKREPORTASE.COM – Suasana khusyuk dan damai menyelimuti Gereja GBKP Runggun Bahorok, Klasis Kuala Langkat, Minggu 3 Agustus 2025. Di tengah kegiatan ibadah umat Kristiani yang sedang berlangsung, hadir pula para personel Polsek Bahorok yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan keagamaan tersebut.Gereja yang terletak di Jalan Niaga, Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat itu menjadi bagian dari titik pelaksanaan program Minggu Kasih, sebuah inisiatif Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan humanis dan langsung menyentuh lapisan bawah.

Sejak pagi hari, para personel Polsek Bahorok telah bersiaga untuk memastikan kenyamanan jemaat dalam beribadah. Tanpa kehadiran senjata mencolok, mereka tampil dengan wajah ramah dan sikap bersahabat. Tidak hanya fokus pada sisi pengamanan, keberadaan mereka juga memberi ruang dialog dan mempererat silaturahmi antarumat beragama.

Minggu Kasih: Komitmen Polri Dekat dengan Umat

Kapolres Langkat, **AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi**, melalui **Kapolsek Bahorok, AKP Tunggul Situmeang, SH**, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari tekad Polri untuk hadir di tengah masyarakat dengan wajah yang lebih humanis dan terbuka terhadap aspirasi warga.> “Kegiatan Minggu Kasih ini tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga menjadi wadah komunikasi antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan sosial warga, termasuk dalam momen ibadah yang sakral,” ujar AKP Tunggul Situmeang saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan bahwa setiap kegiatan keagamaan yang berjalan lancar dan aman, bukan hanya mencerminkan kinerja aparat, tetapi juga kolaborasi dan kedewasaan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Lebih dari sekadar pengamanan, kehadiran Polri di tengah umat ini adalah bukti komitmen institusi terhadap kebebasan beragama dan penguatan toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi pilar keberagaman Indonesia.

Apresiasi Jemaat dan Peran Aktif Polisi dalam Merawat Toleransi

Kegiatan Minggu Kasih kali ini disambut hangat oleh para jemaat Gereja GBKP Runggun Bahorok. Banyak di antara mereka yang menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat kepolisian yang telah mengawal jalannya ibadah secara penuh tanggung jawab dan ketulusan.> “Kami merasa lebih tenang dan nyaman saat beribadah karena ada kehadiran polisi yang menjaga. Ini membuat kami semakin yakin bahwa Polri adalah sahabat semua umat,” ucap salah satu jemaat yang hadir, Sinta Ginting.

Ucapan itu bukan sekadar basa-basi. Para petugas tampak aktif berinteraksi dengan warga, bahkan mendengarkan keluhan ringan yang tak ada hubungannya dengan keamanan ibadah. Ini menjadi semacam ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa harus melalui jalur birokratis yang kaku.

Pemandangan seperti ini menjadi simbol penting bahwa aparat bukan hanya pelindung, tetapi juga pengayom yang dapat menjadi jembatan untuk membangun keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

Membangun Sinergi Menuju Masyarakat yang Toleran

Seluruh rangkaian kegiatan Minggu Kasih berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Tidak ada satu pun insiden yang mengganggu jalannya ibadah. Semua berlangsung kondusif dan penuh kekeluargaan.Dari sudut pandang sosial, program seperti ini sangat strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kerukunan antarumat beragama. Apalagi di daerah seperti Langkat yang memiliki ragam latar belakang budaya dan keyakinan, pendekatan empatik dari aparat kepolisian dapat mencegah potensi konflik sejak dini.

Kapolsek Bahorok menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan, tidak hanya di gereja, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan lainnya dari berbagai keyakinan yang ada di wilayah hukum mereka.

> “Kami ingin Polsek Bahorok menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Tidak boleh ada sekat atau rasa curiga. Kita semua satu tujuan, yaitu menjaga kedamaian dan membangun kepercayaan,” pungkas AKP Tunggul Situmeang.

Dengan semangat tersebut, Polsek Bahorok menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak harus selalu dengan kekuatan, tetapi bisa lewat pendekatan hati, komunikasi yang jujur, dan kehadiran yang tulus di tengah masyarakat.

✍️ Arifin | detikreportase.com | Langkat – Sumatera Utara
DETIKREPORTASE.COM : Polisi Humanis, Pers Profesional, Indonesia Terang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250