Kalimantan BaratOrganisasi

1.500 Masker Dibagikan di Tengah Kabut Asap Ketapang, BPWU, IPSI dan PWK Turun ke Jalan

×

1.500 Masker Dibagikan di Tengah Kabut Asap Ketapang, BPWU, IPSI dan PWK Turun ke Jalan

Sebarkan artikel ini
Aksi pembagian 1.500 masker oleh BPWU, IPSI Ketapang, dan PWK kepada pengguna jalan di Simpang RSUD Agoesdjam.
BPWU, IPSI Ketapang, dan PWK turun ke jalan bagikan 1.500 masker kepada pengendara di tengah kabut asap dan dampak Karhutla.

Aksi Solidaritas Lintas Organisasi Bagikan 1.500 Masker di Simpang RSUD Agoesdjam Ketapang

KETAPANG — DETIKREPORTASE.COM | Kepedulian nyata terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap ditunjukkan oleh Barisan Pendekar Wira Utama (BPWU) bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ketapang dan Persatuan Wartawan Kalbar (PWK). Di tengah hantaman musim kemarau panjang serta maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi perhatian publik, ketiga organisasi ini turun langsung ke jalan untuk membagikan 1.500 masker kepada para pengguna jalan.

​Aksi sosial yang sarat kepedulian ini dipusatkan di kawasan padat lalu lintas, tepatnya di sekitar titik lampu merah Simpang RSUD Agoesdjam Ketapang, pada Sabtu, 12/9/2026. Sasaran pembagian masker adalah para pengendara roda dua maupun pengguna kendaraan lain yang tengah berhenti di persimpangan jalan, sebagai langkah proteksi kesehatan darurat saat harus beraktivitas di bawah kepungan udara yang terpapar debu dan asap.

​BPWU, IPSI, dan PWK Kompak Turun Langsung ke Jalan

​Ketua Umum BPWU, Yaser Arafat, menyampaikan bahwa aksi pembagian masker ini merupakan wujud responsif dan kepedulian moril terhadap kesehatan masyarakat yang tetap dituntut beraktivitas di luar ruangan kendati kondisi kualitas udara sedang tidak bersahabat.

​Menurut Yaser, dampak dari kemarau panjang dan Karhutla tidak hanya merusak ekosistem lingkungan semata, tetapi juga mengancam kesehatan fisik masyarakat secara langsung.

​“Kami dari BPWU bersama IPSI Ketapang dan PWK ingin mengambil bagian dalam membantu masyarakat. Masker ini memang sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan perlindungan bagi masyarakat dari paparan asap dan debu,” ujar Yaser di sela-sela kegiatan.

​Ia juga menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekadar pembagian alat pelindung diri. Lebih dari itu, aksi ini membawa misi pengingat agar kepedulian kolektif terhadap lingkungan dan kesehatan sesama terus dirawat bersama.

​“Yang paling penting adalah kepedulian. Kita ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan. Karhutla bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

​Peran Aktif Insan Pers dan Organisasi Kemasyarakatan

​Sementara itu, Ketua Umum PWK, Verry Liem, menilai bahwa kolaborasi lintas elemen ini merupakan cerminan konkrit dari solidaritas sosial di Kabupaten Ketapang.

​Ia menekankan bahwa tugas utama insan pers memang menyampaikan informasi dan fakta kepada publik melalui karya jurnalistik, namun kepedulian nyata kepada masyarakat juga harus diwujudkan melalui aksi sosial langsung yang menyentuh kebutuhan esensial warga di lapangan.

​Selama aksi berlangsung, puluhan anggota dari BPWU, IPSI Ketapang, dan PWK tampak bahu-membahu membagikan masker kepada para pengendara yang melintas. Arus lalu lintas yang cukup ramai di kawasan Simpang RSUD Agoesdjam tidak menyurutkan semangat para relawan untuk menyapa masyarakat sekaligus membagikan masker sebelum lampu hijau menyala dan para pengendara melanjutkan perjalanan.

​Sebanyak 1.500 masker yang disalurkan hari itu menjadi simbol kepedulian bersama di tengah situasi udara yang memprihatinkan. Penggunaan masker secara rutin di ruang terbuka diharapkan mampu menjadi pengingat penting bagi warga agar senantiasa waspada dan menjaga kesehatan diri dari risiko gangguan pernapasan.

​Aksi kolaboratif antara BPWU, IPSI Ketapang, dan PWK ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan mampu memantik kesadaran masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta saling melindungi dalam menghadapi dampak musim kemarau dan Karhutla.

​✍️ Penulis : Tim Redaksi Kalbar | Editor : Redaksi | Ketapang – Kalimantan Barat.

DETIKREPORTASE.COM — Membuka Fakta, Menjaga Integritas Pelayanan Publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250