BeritaSulawesi Selatan

Warga Temukan Salak Busuk dalam Program MBG di Tanjonga, Minta Evaluasi Dapur Penyedia

33
×

Warga Temukan Salak Busuk dalam Program MBG di Tanjonga, Minta Evaluasi Dapur Penyedia

Sebarkan artikel ini

Ketua Fraksi Revolusi Keadilan Mendesah BGN Evaluasi SPPG

DETIKREPORTASE.COM Jeneponto – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Bungung Tongko, Desa Tanjonga, Kecamatan Turatea, menuai sorotan setelah ditemukan buah salak dalam kondisi busuk pada paket makanan yang dibagikan kepada balita , Selasa ,07/04/2026

Temuan tersebut diungkap oleh salah satu orang tua yang merasa prihatin terhadap kualitas makanan yang seharusnya dikonsumsi anak-anak. Ia menilai kondisi tersebut tidak layak dan berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat, khususnya balita.

“Ini sangat disayangkan, karena makanan ini diperuntukkan bagi balita. Seharusnya kualitasnya benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Fraksi Revolusi Keadilan, Muh.Alim Bahri, turut mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil tindakan tegas, melakukan evaluasi terhadap oknum SPPI dan menutup dapur (SPPG) penyedia MBG di wilayah tersebut jika terbukti lalai.

 

Menurutnya, keberadaan buah busuk dalam paket MBG menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pengadaan maupun distribusi makanan oleh SPPG tersebut.

Hal ini patut diduga sebagai bentuk kejahatan, dan pembangkangan terhadap MBG, dan mengkhianati Asta Cita Bapak Presiden Prabowo dalam rangka mewujudkan Indonesia adil makmur.

Dan ini bukan kali pertama. Sebelumnya warga telah pernah menemukan telur puyuh berulat dalam paket menu MBG oleh Dapur yang sama.

Ia pun berharap agar dapur penyedia MBG yang meng-cover Desa Tanjonga segera dievaluasi secara menyeluruh oleh pihak terkait.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Bapak.Prabowo dalam upaya meningkatkan asupan gizi seimbang bagi bagi para calon generasi emas khususnya balita dan pelajar.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah melalui tahap simulasi untuk memastikan kesiapan distribusi serta kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Namun demikian, kasus temuan makanan tidak layak dalam program MBG bukan pertama kali terjadi. Beberapa kejadian serupa di daerah lain menunjukkan masih perlunya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program ini.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara agar kualitas makanan tetap terjaga dan tujuan program untuk meningkatkan gizi anak dapat tercapai secara optimal.

Tim detikreportase: Rusli Jeneponto Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250