PELALAWAN |DETIKREPORTASE.COM–
Warga Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan Akses Utama ke Kecamatan yang juga merupakan jalan penghubung antar desa yang rusak parah. Inisiatif ini dilakukan secara swadaya, menggunakan material Redemix sebagai bentuk kepedulian terhadap akses jalan yang penting bagi aktivitas masyarakat.
Kegiatan perbaikan jalan berlangsung pada Senin pagi, 9 Juni 2025, dengan estimasi biaya sekitar Rp70 juta. Dana tersebut berasal dari sumbangan sukarela masyarakat dan bantuan para donatur lokal.
Camat Dukung Langsung, Masyarakat Bergerak Bersama
Aksi gotong royong ini mendapat apresiasi dari Camat Bandar Petalangan, Ramli, S.Pd., M.Pd., yang hadir langsung menyaksikan proses perbaikan di lapangan.
“Ini bentuk nyata kepedulian warga. Ketika kita saling bantu, masalah sebesar apa pun bisa diatasi,” ujar Camat Ramli.
Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan telah menyampaikan kondisi jalan tersebut ke dinas terkait dan berharap akan ada tindak lanjut ke depan.
Kepedulian Warga untuk Akses Lebih Baik
Perwakilan masyarakat, Pak Hasan, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan bersama. Lubang di jalan kerap mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, termasuk anak sekolah dan pedagang.
“Daripada menunggu terlalu lama, kami pilih bertindak. Jalan ini milik bersama, jadi kami jaga bersama juga,” ucapnya.
Material Redemix dipilih karena daya tahan yang lebih kuat, terutama saat musim hujan tiba.
Warga Terlibat Aktif, Solidaritas Masyarakat Menyala
Semangat gotong royong datang dari semangat orang tua dan juga warga setempat, seperti Andi (28), turut ambil bagian dalam pengecoran.
“Kami ingin akses jalan ini tetap layak untuk semua. Ini bukan sekadar proyek, tapi kebutuhan sehari-hari,” kata Andi.
Warga bersama-sama menutup lubang besar dan memperbaiki titik-titik rawan agar kendaraan bisa lewat dengan aman.
Harapan Masyarakat: Perhatian dan Solusi Jangka Panjang
Meskipun sudah bergerak secara swadaya, masyarakat tetap berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk penanganan jangka panjang.
“Kami sadar ini bukan solusi permanen. Tapi semoga langkah kecil ini bisa jadi pemantik kepedulian yang lebih besar,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Dari Jalan Rusak, Lahir Semangat Bersama
Perbaikan jalan secara swadaya ini menunjukkan bahwa infrastruktur bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga ruang partisipasi warga. Ketika jalan rusak, masyarakat tak hanya menunggu, tapi memilih bergerak.
✍️ Diky HR | Detikreportase.com | Pelalawan, Riau





