BeritaNusa Tenggara Timur

Umat Katolik Lingkungan John Paul II Seroja Mengikuti Rekoleksi Kategorial Jelang Perayaan Pesta Paskah

240
×

Umat Katolik Lingkungan John Paul II Seroja Mengikuti Rekoleksi Kategorial Jelang Perayaan Pesta Paskah

Sebarkan artikel ini

Kefamenanu, Detikreportase.com

– Pada 31 Maret 2025, menjelang pukul 16.00 WITA, umat lingkungan John Paul II Seroja mengikuti Rekoleksi Kategorial menjelang perayaan Pesta Paskah. Umat lingkungan yang dinakhodai Yakobus Sakunab sebagai Ketua Lingkungan tampak antusias mengikuti rekoleksi yang dipandu langsung oleh Suster Devi SSps di halaman depan rumah Ibu Ice Fallo.

Pertobatan Ekologis dan Peziarah Pengharapan

Rekoleksi yang digelar sore ini mengangkat tema umum “Pertobatan Ekologis dan Peziarah Pengharapan.” Tema ini diangkat sebagai upaya untuk membangun gerakan tobat ekologis dan perlindungan terhadap bumi, rumah kita bersama, yang semakin hari semakin memprihatinkan. Dalam semangat peziarahan Tahun Yubileum 2025, umat lingkungan John Paul II dipanggil untuk merawat bumi sebagai tempat di mana kita semua berziarah menuju Pintu Suci, Porta Sancta Yerusalem Surgawi.

Umat Mengikuti Ibadat Bersama

Acara rekoleksi dilanjutkan dengan ibadat bersama yang dipimpin oleh Suster Devi. Dalam kata pengantarnya, Suster Devi mengajak seluruh umat untuk merefleksikan perjalanan hidupnya sebagai peziarah harapan yang menjaga keutuhan ciptaan Allah. “Kasih Allah adalah kekuatan yang memberi harapan di tengah tantangan, termasuk dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Umat Disilakan Mengaku Dosa Secara Pribadi

Setelah menyadari segala tindakan yang sering merusak bumi dan lingkungan sekitar, umat secara perorangan dipersilakan untuk mengaku dosa dan kesalahannya di hadapan imam. Pengakuan dosa ini menjadi langkah awal menuju pertobatan sejati, agar mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

Umat Mengikuti Perayaan Misa

Perayaan Misa pada malam hari dipimpin langsung oleh Romo Obed Pr dan diikuti oleh seluruh umat Lingkungan John Paul II Seroja. Dalam kata pembukaannya, Romo Obed mengingatkan bahwa pertobatan bukan sekadar perjalanan pergi dan pulang, seperti tertulis di depan bodi bus “Kefa-Kupang PP,” tetapi memiliki makna lebih dalam.

“Pertobatan artinya tidak melakukan dosa yang sama lagi,” ujar Romo Obed, merujuk pada sabda Yesus kepada perempuan yang berzina: “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.” Umat diharapkan agar sekembalinya dari kegiatan rekoleksi ini, mereka membawa perubahan dalam diri masing-masing untuk menjaga dan merawat bumi serta lingkungan sekitar dengan penuh kasih sebagai sesama ciptaan Allah.

✍ Oktav MK – Detikreportase.com NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250