BeritaNusa Tenggara Timur

Suster Lucia dan Mutiara dari Panti Dymphna Ketulusan Menyapa Jiwa yang Terluka di Maumere

404
×

Suster Lucia dan Mutiara dari Panti Dymphna Ketulusan Menyapa Jiwa yang Terluka di Maumere

Sebarkan artikel ini
Suster Lucia yang dengan tulus mengabdi
Fhoto Lucia dan Panti Dymphna Maumere

SIKKA |DETIKREPORTASE.COM–

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, ada sekelompok jiwa yang kerap terpinggirkan: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka sering dianggap beban, bahkan “sampah” oleh sebagian masyarakat. Namun tidak di mata Suster Lucia, CIJ, biarawati dari Kongregasi Imitatio Jesu.

Sejak tahun 2004, Suster Lucia mendedikasikan hidupnya untuk mendirikan dan mengelola Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna, yang bernaung di bawah Yayasan Bina Daya Cabang Sikka. Lokasinya berada di Jalan Litbang Napunglangir, Wairklau, Kelurahan Kota Uneng, Maumere.

“Di mata manusia mereka bisa terlihat tak berdaya. Tapi di mata Tuhan, mereka adalah mutiara. Tuhan hadir untuk mereka, dan kita pun dipanggil untuk hadir bagi mereka,” ungkap Suster Lucia dengan mata teduh.

Menampung 134 Jiwa dari Berbagai Wilayah

Saat ini, Panti Santa Dymphna menampung 134 pasien ODGJ dari berbagai daerah seperti Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Raya, Lembata, bahkan dari Pulau Jawa. Tidak sedikit yang datang tanpa identitas, tanpa keluarga, dan tanpa harapan.

Namun dari tempat sederhana ini, harapan justru tumbuh kembali. Berdasarkan data 2023, beberapa pasien sudah pulih. Tiga di antaranya kembali ke keluarganya, dan delapan lainnya memilih tetap tinggal di panti sebagai bagian dari keluarga besar Santa Dymphna.

5 Terapi Pemulihan: Dari Doa hingga Gizi

Penyembuhan dilakukan secara menyeluruh melalui lima pendekatan terapi:

1. Psiko-spiritual, seperti misa dan doa bersama

2. Sosial, melalui pendampingan langsung, memandikan dan menyuapi pasien

3. Kinestik, dengan menyanyi, mendendang lagu bersama

4. Gizi, lewat pemberian makanan sehat secara rutin

5. Medis, melalui kerja sama dengan RSUD TC. Hillers Maumere

“Penyembuhan butuh hati yang sabar dan kasih yang utuh. Kami tidak hanya memberi obat, tapi juga memulihkan martabat,” jelas Suster Lucia.

Dari Pasien Menjadi Sarjana Psikologi

Salah satu kisah inspiratif lahir dari panti ini. Paulus Lunga, pasien yang ditangani sejak 2017, sembuh dan melanjutkan kuliah di Universitas Nusa Nipa. Ia lulus sebagai sarjana psikologi pada 2023 dengan predikat Cum Laude (IPK 3,85).

Kini Paul menjadi contoh hidup dari bahwa pemulihan bukan sekadar wacana, tapi kenyataan yang dirawat dengan cinta.

Menjadi Wajah Kasih Tuhan di Dunia

Apa yang dilakukan Suster Lucia dan para tenaga kesehatan di Panti Dymphna bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup. Mereka menjalankan sabda Yesus:

“Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40)

Kisah mereka membuktikan bahwa harapan bisa tumbuh dari luka, dan kehidupan bisa bersemi dari tempat yang dianggap paling gelap.

✍️ Yuven Fernandez|Detikreportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM – Mengabarkan Kebaikan, Menyalakan Kesadaran Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250