Sikka, DetikReportase.com
– Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sikka, Flores, NTT, yang sebelumnya bernama UPTD SKB, terus menggelorakan dan menawarkan Pendidikan Kesetaraan serta Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills) bagi anak putus sekolah.
“Pendidikan Kesetaraan selain diberikan materi ilmu pengetahuan juga diberikan materi vokasional atau pendidikan kecakapan hidup sebagai modal keterampilan bagi peserta didik agar setelah selesai mengikuti pendidikan, mereka mampu dan mandiri menjawab tantangan zaman,” ujar Kepala SPNF SKB Sikka, Yosefa Kolin, kepada DetikReportase.com, Jumat (21/3/2025).
Program Pendidikan Kesetaraan
Program Pendidikan Kesetaraan di SPNF SKB Sikka menawarkan akses Pendidikan Dasar 9 tahun melalui Jalur Pendidikan Non Formal:
Paket A (Setara SD)
Paket B (Setara SMP)
Paket C (Setara SMA)
Sebagai bekal keterampilan, SPNF SKB Sikka memberikan pelatihan menjahit bagi peserta didik Program Paket B dan C, sementara untuk peserta didik Program Paket A diberikan keterampilan menenun.
Jumlah Peserta Didik
Yosefa Kolin, yang merupakan alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang, juga memaparkan jumlah peserta didik di SPNF SKB Sikka saat ini:
PAUD: 25 peserta didik
Paket A (Setara SD)
Kelas V: 11 peserta
Kelas VI: 10 peserta
Paket B (Setara SMP)
Kelas VII: 20 peserta
Kelas VIII: 15 peserta
Kelas IX: 34 peserta
Paket C (Setara SMA)
Kelas X: 26 peserta
Kelas XI: 25 peserta
Kelas XII: 55 peserta
“Untuk jumlah peserta didik Program Paket B terus meningkat, sedangkan untuk Paket A ada tambahan kelas, yaitu kelas V untuk tahun ajaran 2024/2025,” jelas Yosefa.
Namun, ia juga mengakui bahwa keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di beberapa desa di Kabupaten Sikka menyebabkan persentase pendaftaran kelas baru sedikit menurun untuk Paket C.
Pamong dan Tutor
Saat ini, tenaga pengajar di SPNF SKB Sikka terdiri dari:
Pamong ASN (termasuk Kepala SPNF SKB Sikka): 4 orang
Pamong P3K: 4 orang
Pendidik PAUD: 3 orang
Operator: 1 orang
Tutor Kesetaraan:
Paket A: 6 orang
Paket B: 12 orang
Paket C: 13 orang
Strategi Promosi dan Kendala Sarana Prasarana
Agar semakin banyak anak putus sekolah yang tertarik untuk belajar di SPNF SKB Sikka, yang saat ini telah terakreditasi “B”, pihaknya aktif melakukan promosi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Selain itu, dengan bantuan Dinas PKO Sikka, mereka juga mengadakan sosialisasi kepada anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
Namun, Yosefa mengungkapkan bahwa SPNF SKB Sikka masih menghadapi kendala dalam hal sarana dan prasarana. Salah satu permasalahan utama adalah kondisi pagar tembok yang mengelilingi gedung SPNF SKB Sikka yang rusak dan berlubang.
“Pagar tembok rusak dan berlubang, sehingga memberi peluang bagi warga masyarakat untuk lalu-lalang selama KBM berlangsung, yang bisa mengganggu keamanan. Selain itu, halaman sekolah sering dijadikan tempat mengikat ternak warga seperti kambing dan kuda,” pungkasnya.
(Laporan: Yuven Fernandez, Redaksi DetikReportase.com)





