KEFAMENANU |DETIKREPORTASE.COM–
Suasana penuh semangat menyelimuti halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU) pada Selasa, 2 Mei 2025. Ribuan pelajar dan seluruh elemen pemerintahan memadati area tersebut untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten TTU.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bupati Falentinus Delasalle Kebo hadir bersama Wakil Bupati Kamilus Elu, Ketua DPRD TTU, unsur Forkopimda, para kepala OPD, para kepala sekolah, serta ratusan guru dan pelajar dari jenjang SD hingga SMK dan SLB se-kabupaten.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Bupati Falen, pemerintah daerah mengajak semua insan pendidikan agar menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen dalam menciptakan peradaban yang unggul dan berdaya saing. Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat.
NTT Menari: 1.500 Pelajar TTU Tampilkan Tarian Serempak Penuh Energi
Setelah upacara, suasana berubah menjadi lebih semarak. TTU ambil bagian dalam kegiatan “NTT Menari”, yang digagas oleh Gubernur NTT sebagai bagian dari 100 hari kerjanya dan peringatan Hari Tari Sedunia. Tarian massal ini juga ditargetkan masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah penari terbanyak secara serentak di 22 kabupaten/kota.
Sebanyak 1.500 pelajar dari SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kecamatan Kota Kefamenanu menari Ronggeng dan Gawi secara serentak selama tiga menit. Gerakan dinamis dan kostum warna-warni menghadirkan pemandangan budaya yang memikat.
Yang paling ditunggu-tunggu, tentu saat Bupati Falen dan seluruh undangan ikut menari Tebe bersama, diiringi lagu Tetun “Kau Meri O Mai Lai”—yang bermakna ajakan damai dan kebersamaan.
Gebyar Pameran Produk SMA-SMK: Inovasi dan Kreativitas Anak TTU Disambut Antusias
Selepas kegiatan tari, Bupati Falen membuka secara resmi Pameran Produk SMA dan Gebyar SMK di lapangan Oemanu. Ia langsung meninjau stand satu per satu dan berbincang dengan guru pendamping serta siswa.
Di stand SMA Negeri 1 Kefamenanu, Kepala Sekolah Sipri Maga bersama guru pendamping Ibu Lis menampilkan produk unggulan seperti minyak kelapa murni (VCO), kripik lokal, dan desain busana. Sementara SMA Negeri Binino yang dipimpin Imelda Nenat menonjolkan produk minyak sereh kemasan, tenun ikat tradisional, dan bonsai hasil karya guru agama, Antonius Sakunab.
Minyak sereh yang dijual seharga Rp25 ribu laris diborong pengunjung, dan bonsai unik bahkan langsung dipesan oleh Bupati sendiri.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di TTU bukan hanya mengandalkan teori di kelas, tetapi juga praktek, inovasi, dan pelestarian budaya lokal.
✍️ Oktaf M. Klau|DetikReportase.com | Kefamenanu, NTT





