BeritaNusa Tenggara Timur

Program Literasi Lansia di NTT: DISARPUS Sikka Titipkan Buku di Panti Jompo Waipare, Bagaimana Dampaknya bagi Kualitas Hidup Opa dan Oma?

522
×

Program Literasi Lansia di NTT: DISARPUS Sikka Titipkan Buku di Panti Jompo Waipare, Bagaimana Dampaknya bagi Kualitas Hidup Opa dan Oma?

Sebarkan artikel ini
Petugas Disarpus Sikka menyerahkan buku bacaan kepada lansia di Panti Jompo Padu Wau Waipare Maumere NTT
Kepala Disarpus Sikka bersama pengelola Panti Jompo Padu Wau Waipare saat menyerahkan koleksi buku bagi para lansia

Inisiatif literasi inklusif mulai menyentuh kelompok lansia di Panti Jompo Padu Wau Waipare Maumere

MAUMERE, KABUPATEN SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka kembali menghadirkan terobosan dalam pelayanan literasi publik. Kali ini, DISARPUS menjajaki kerja sama dengan Panti Jompo Padu Wau Waipare Maumere melalui program penitipan koleksi buku bagi para lansia, agar mereka dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan membaca yang bermanfaat dan bermakna.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan literasi yang merata dan inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke fasilitas perpustakaan umum.

 

Perpustakaan mendekat ke kelompok rentan dan berkebutuhan khusus

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Panti Jompo Padu Wau Waipare Maumere pada Jumat (6/2/2026). Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang, tetapi harus proaktif menjangkau kelompok yang memiliki keterbatasan mobilitas dan akses.

“Perpustakaan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak semua orang bisa datang ke gedung perpustakaan, karena itu kami yang harus datang mendekat, termasuk ke panti jompo, masyarakat disabilitas, dan warga binaan,” ujar Very Awales.

Ia menegaskan bahwa inovasi layanan ini tidak hanya menyasar para lansia di Panti Jompo Padu Wau Waipare, tetapi juga masyarakat berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, serta warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas II-B Maumere. Dengan demikian, literasi tidak lagi bersifat eksklusif, melainkan menjadi hak seluruh warga.

 

Penitipan buku, pemutaran film, dan edukasi rekreatif

Selain penitipan koleksi bahan bacaan, DISARPUS Sikka juga merencanakan berbagai kegiatan pendukung, seperti pemutaran film, sosialisasi, dan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para lansia. Pendekatan ini dirancang agar literasi tidak hanya bermakna membaca, tetapi juga menjadi aktivitas rekreatif yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental para penghuni panti.

Dalam konteks pengelolaan program pemerintah, kegiatan seperti ini juga mengandung unsur tanggung jawab penggunaan anggaran publik yang harus dijalankan secara tepat sasaran dan akuntabel. Hal tersebut sejalan dengan prinsip dalam KUHP Baru terkait tanggung jawab pejabat publik dalam menjalankan kewenangannya.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Jejaring layanan sosial dan pola nasional kebijakan publik

Dalam kunjungan tersebut, DISARPUS Sikka juga menjajaki kerja sama lanjutan dengan UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia di Kupang serta Seksi Kesejahteraan Sosial Padu Wau Maumere. Penguatan jejaring ini dipandang penting agar layanan literasi sosial bagi lansia dapat berjalan berkelanjutan dan terintegrasi dengan program kesejahteraan sosial lainnya.

Secara nasional, penguatan layanan publik berbasis inklusivitas dan perlindungan kelompok rentan merupakan bagian dari arah kebijakan pemerintah. Banyak daerah yang kini berlomba memperluas layanan sosial dan pendidikan, sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif. Pola kebijakan publik dan pengawasannya dapat ditelusuri melalui Peta Besar OTT KPK di Indonesia.

yang juga menunjukkan pentingnya transparansi dalam setiap program pemerintah.
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Padu Wau Waipare Maumere, Yulius Demu, menyambut baik inisiatif DISARPUS Sikka. Ia menilai kehadiran bahan bacaan dan layanan literasi sangat membantu aktivitas para lansia di panti jompo.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Ini langkah inovatif dan sangat bermanfaat bagi para lansia di Panti Jompo Padu Wau Waipare, agar mereka bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermakna,” ujar Yulius.

Program penitipan buku dan layanan literasi bagi lansia ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

✍️ Yuven Fernandez | DETIKREPORTASE.COM | Sikka – Nusa Tenggara Timur

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Literasi dan Pelayanan Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250