BeritaSumatra Selatan

Program Ketahanan Pangan Nasional di Musi Rawas: Lapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Panen Raya Melon Inhalton, Apa Dampaknya?

514
×

Program Ketahanan Pangan Nasional di Musi Rawas: Lapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Panen Raya Melon Inhalton, Apa Dampaknya?

Sebarkan artikel ini
Petugas Lapas Narkotika Muara Beliti menghadiri panen raya melon inhalton di Musi Rawas Sumatera Selatan
Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti saat meninjau dan menghadiri kegiatan Panen Raya Melon Inhalton di Kabupaten Musi Rawas

Partisipasi Lapas  menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap agenda ketahanan pangan dan pembinaan

MUSI RAWAS, SUMATERA SELATAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti turut menghadiri kegiatan Panen Raya Melon Inhalton sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang terus digalakkan di wilayah Musi Rawas. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (6/2/2026) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarinstansi serta mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat.

Program ketahanan pangan sendiri kini menjadi agenda nasional, seiring dengan meningkatnya tantangan ketersediaan pangan dan kebutuhan akan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Keterlibatan lembaga pemasyarakatan dalam kegiatan semacam ini dinilai strategis, karena dapat membuka ruang pembinaan yang lebih produktif bagi warga binaan.

 

Budidaya melon inhalton sebagai model pertanian bernilai ekonomi

Panen raya tersebut menampilkan hasil budidaya melon inhalton yang dikelola dengan penerapan teknik pertanian modern. Pengelolaan yang optimal menghasilkan buah dengan kualitas baik dan nilai ekonomi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Perwakilan Lapas Narkotika Muara Beliti meninjau langsung proses budidaya dari tahap penanaman hingga panen. Dalam kesempatan tersebut, jajaran lapas juga berdiskusi dengan pengelola lahan mengenai sistem pertanian yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, hingga pengendalian hama.

 

Referensi pembinaan kemandirian warga binaan

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Hasil peninjauan dan diskusi diharapkan dapat menjadi referensi positif bagi pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Dengan pendekatan ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Dalam kerangka hukum, pengelolaan program pembinaan dan pemanfaatan anggaran negara untuk kegiatan pemasyarakatan juga tunduk pada prinsip tanggung jawab pejabat publik sebagaimana diatur dalam KUHP Baru. Prinsip ini memastikan setiap kebijakan dan kegiatan dijalankan secara akuntabel dan tidak menyimpang dari kewenangan yang diberikan.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Sinergi lintas sektor dan pola kebijakan nasional

Partisipasi Lapas Narkotika Muara Beliti dalam panen raya melon ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pelaku pertanian. Model kolaborasi semacam ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong optimalisasi sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Secara nasional, berbagai program pemerintah yang melibatkan banyak institusi membutuhkan pengawasan publik agar tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang. Pola pengelolaan program dan pengawasan tersebut dapat ditelusuri melalui Peta Besar OTT KPK di Indonesia, yang menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap agenda pembangunan.

Simak artikelnya berikut ini :
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Kehadiran Lapas Narkotika Muara Beliti dalam Panen Raya Melon Inhalton menegaskan bahwa program ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan dapat berjalan seiring. Dengan sinergi yang kuat dan pengelolaan yang transparan, kegiatan semacam ini berpotensi memperkuat kemandirian warga binaan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah.

✍️ Heri | DETIKREPORTASE.COM | Musi Rawas – Sumatera Selatan

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Ketahanan Pangan dan Pembinaan Pemasyarakatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250