BeritaKalimantan Barat

Polsek Matan Hilir Selatan Tanam Jagung di Ketapang: Mampukah Program Ini Perkuat Ketahanan Pangan Lokal?

513
×

Polsek Matan Hilir Selatan Tanam Jagung di Ketapang: Mampukah Program Ini Perkuat Ketahanan Pangan Lokal?

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Jumadi Hutabarat bersama Pemerintah Desa Sungai Nanjung menanam jagung hibrida di lahan desa untuk mendukung ketahanan pangan di Ketapang.
Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Jumadi Hutabarat bersama Kepala Desa Sungai Nanjung dan jajaran pemerintah desa saat melakukan penanaman jagung hibrida di lahan hutan desa seluas 1,5 hektare di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Rabu (11/02/2026).

Sinergi Polisi dan Pemerintah Desa di Sungai Nanjung

KETAPANG, KALBAR – DETİKREPORTASE.COM |Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Polsek Matan Hilir Selatan melaksanakan penanaman jagung hibrida di lahan Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Rabu (11/02/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Sungai Nanjung sebagai mitra strategis, memanfaatkan lahan hutan desa seluas 1,5 hektare yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Jumadi Hutabarat, S.H. mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Pagi ini saya bersama Bapak Kepala Desa Sungai Nanjung Hariansyah, Ketua BPD Ibu Jamaliah, Ketua BUMDes Ibu Nurmala, PPL Desa Sahrudin, serta pendamping desa Salawati, melakukan penanaman jagung di lahan produktif desa. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi petani dan seluruh warga,” ujarnya.

Pemanfaatan lahan desa, pengelolaan anggaran, dan keterlibatan aparat negara juga berada dalam kerangka hukum nasional yang mengatur tanggung jawab pejabat publik dan institusi.

Kerangka hukumnya dapat dipahami melalui:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Lahan Produktif dan Dukungan Teknis Pertanian

Menurut hasil pengamatan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Sungai Nanjung, Sahrudin, lahan yang digunakan merupakan tanah dengan unsur hara yang baik dan sangat cocok untuk budidaya jagung.

“Struktur tanah dan kandungan haranya mendukung untuk tanaman jagung. Kami perkirakan hasilnya bisa optimal jika dirawat dengan baik,” jelasnya.

Selain Polsek dan perangkat desa, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Bripka Hendri serta kelompok tani Desa Sungai Nanjung, yang nantinya akan terlibat dalam perawatan hingga masa panen.

 

Polri sebagai Motor Penggerak Ketahanan Pangan

Keterlibatan Polsek Matan Hilir Selatan dalam kegiatan pertanian ini mencerminkan peran Polri yang semakin luas, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat desa.

Dengan memanfaatkan lahan tidur dan menggerakkan kelompok tani, program ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Di tingkat nasional, pemanfaatan teknologi dan data berbasis AI juga mulai digunakan dalam pemetaan lahan pertanian dan perencanaan produksi pangan. Konteks ini relevan dengan inisiatif lokal seperti di Sungai Nanjung.

Baca lebih lanjut di:
https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/

 

Ketahanan Pangan dari Desa untuk Indonesia

Kapolsek AKP Jumadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya jajaran Pemerintahan Desa Sungai Nanjung dan kelompok tani yang berkomitmen mengelola lahan secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak. Semoga penanaman jagung ini membawa hasil yang diharapkan dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya bagi Desa Sungai Nanjung,” pungkasnya.

 

Kolaborasi sebagai Kunci Kemandirian Pangan

Program penanaman jagung yang digagas Polsek Matan Hilir Selatan menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat negara dan pemerintah desa.

Jika inisiatif seperti ini dijalankan secara konsisten dan terintegrasi dengan kebijakan nasional, desa-desa di Indonesia dapat menjadi fondasi kuat kemandirian pangan, sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalbar

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Ketahanan Pangan dan Desa Mandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250