BeritaKalimantan Barat

Polres Ketapang Fasilitasi Akad Nikah Tahanan di Ruang Gelar Perkara Satreskrim

524
×

Polres Ketapang Fasilitasi Akad Nikah Tahanan di Ruang Gelar Perkara Satreskrim

Sebarkan artikel ini

Pelaksanaan prosesi pernikahan di bawah pengamanan polisi

KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Suasana haru dan penuh kekhidmatan terasa di Ruang Gelar Perkara Satreskrim Polres Ketapang pada Rabu, 10 Desember 2025. Di ruangan yang biasanya menjadi tempat pembahasan perkara hukum tersebut, dilangsungkan prosesi akad nikah seorang tahanan laki-laki dengan pujaan hatinya. Meski berada dalam proses hukum, hak sipil mempelai tetap difasilitasi oleh pihak kepolisian, sehingga akad dapat berjalan tertib, aman, dan penuh makna.Pelaksanaan akad nikah ini berlangsung sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam bagi kedua keluarga yang hadir. Pihak keluarga mempelai pria dan wanita tampak bahagia menyaksikan putra-putri mereka mengikat janji suci pernikahan meskipun dalam kondisi terbatas. Sejumlah personel Polres Ketapang turut hadir sebagai pengawal keamanan, memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai SOP yang berlaku.

Polres Ketapang: Tahanan tetap memiliki hak sipil

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, melalui Kasi Humas Polres Ketapang IPTU Niptah Alimudin, menegaskan bahwa pelaksanaan akad nikah tersebut merupakan bentuk pemenuhan hak dasar seorang tahanan. Menurutnya, pernikahan adalah hak sipil yang tetap melekat, dan kepolisian berkewajiban memberikan fasilitas sejauh tidak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.“Walaupun berstatus sebagai tahanan, yang bersangkutan tetap memiliki hak untuk melangsungkan pernikahan. Tugas kami memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan,” jelas IPTU Niptah.

Ia menambahkan, seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat petugas, mulai dari pengawalan tahanan dari ruang tahanan menuju lokasi akad, hingga kembali memasuki ruang tahanan setelah acara selesai. Proses administrasi juga tetap melalui koordinasi antara keluarga, penghulu, serta penyidik yang menangani perkara.

Menurut Niptah, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam situasi-situasi tertentu. Tahanan tetap dihormati sebagai manusia yang memiliki hak dan kebutuhan emosional, selama tidak bertentangan dengan hukum dan keamanan.

Pengamanan ketat demi kelancaran prosesi

Selama prosesi berlangsung, sejumlah personel ditempatkan di berbagai titik untuk memastikan situasi kondusif. Petugas dari Satreskrim, Sabhara, hingga piket penjagaan saling berkoordinasi, mulai dari pengamanan luar ruangan hingga pengawalan langsung terhadap mempelai pria yang berstatus tahanan.Pemilihan Ruang Gelar Perkara sebagai lokasi akad bukan tanpa alasan. Ruangan tersebut dinilai paling aman dan terkontrol, karena aksesnya terbatas dan diawasi secara penuh oleh petugas. Selain itu, ruangan tersebut dianggap cukup representatif untuk menggelar prosesi singkat, dengan tetap menjaga privasi keluarga.

Penghulu dari Kantor Urusan Agama hadir untuk memimpin prosesi. Dengan bacaan ijab kabul yang lantang dan khidmat, suasana haru terpancar dari mata keluarga mempelai. Walau tanpa pesta meriah, momen sakral itu menjadi pengingat bahwa pernikahan tidak selalu identik dengan kemewahan—tetapi tentang janji suci yang tulus.

Setelah prosesi selesai, petugas kembali mengawal tahanan menuju ruang tahanan untuk melanjutkan proses hukum. Semua berjalan dengan tertib tanpa adanya gangguan.

Keluarga apresiasi pelayanan humanis Polres Ketapang

Keluarga kedua mempelai menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Ketapang yang telah memfasilitasi prosesi sakral ini. Bagi keluarga, momen akad adalah hari penting yang tidak boleh terlewatkan, meskipun dalam keadaan sulit.“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah membantu acara ini terlaksana. Walaupun dalam situasi seperti ini, anak kami tetap bisa menikah dengan baik,” ungkap salah satu keluarga mempelai.

Ungkapan apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan kebutuhan kemanusiaan.

Polres Ketapang sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal dengan pendekatan humanisnya terhadap masyarakat. Berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan publik hingga pengayoman terhadap kelompok rentan, terus ditingkatkan demi membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Prosesi akad nikah tahanan ini menjadi salah satu bentuk konkret bahwa aparat penegak hukum tetap menghargai hak sipil warga negara, meskipun sedang berhadapan dengan proses hukum.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Polres Ketapang berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tugas kepolisian tak hanya memproses hukum, tetapi juga memberikan ruang-ruang kemanusiaan di tengah keterbatasan.

✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Polisi Humanis, Pelayanan Publik, dan Penegakan Hukum Berkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250