Figur desa di tengah wajah demokrasi Indonesia yang sedang diuji
SUBANG | DETIKREPORTASE.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 bukan hanya agenda lokal. Ia menjadi bagian dari denyut demokrasi Indonesia secara keseluruhan. Dari ribuan desa di Nusantara, kualitas kepemimpinan di tingkat paling dasar ini akan menentukan apakah pemerintahan Indonesia benar-benar berjalan dari bawah.
Itulah sebabnya munculnya figur seperti Kang Diding Saund, atau yang akrab disebut warga sebagai Kang Diding Maju (KDM) di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, menjadi relevan bukan hanya bagi Subang, tetapi juga bagi diskursus nasional tentang kepemimpinan bersih dan partisipatif.
Di saat yang sama, Indonesia sedang memasuki babak baru penegakan hukum dengan diberlakukannya KUHP Baru mulai 2 Januari 2026, yang memperluas tanggung jawab pidana aparatur pemerintahan hingga tingkat desa. Ini berarti kepala desa ke depan bukan lagi sekadar tokoh sosial, tetapi juga subjek hukum yang harus akuntabel.
KUHP Baru Berlaku 2 Januari 2026 di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Kehidupan Warga? Ini Aturan Kunci yang Wajib Dipahami Publik
Dari usaha kecil hingga membuka jalan kerja bagi warga
Kang Diding tumbuh dari kehidupan yang jauh dari kemewahan. Ia memulai hidupnya dengan membuka jasa servis elektronik, sementara sang istri mengelola usaha jahit kecil-kecilan di rumah.
Perubahan besar terjadi ketika kawasan Ciela Purwadadi kedatangan industri garmen Korea, PT HB Garment dan PT Hansoll Hiyun. Istri Kang Diding diterima sebagai supervisor sewing, sementara Kang Diding sendiri dipercaya oleh salah satu pengusaha, Mr. Bok Chun, untuk melatih calon-calon operator jahit.
Melalui peran itu, banyak pemuda desa yang akhirnya memperoleh pekerjaan tetap. Di tengah situasi nasional di mana persoalan ekonomi dan distribusi sumber daya sering menimbulkan konflik, apa yang dilakukan Kang Diding di tingkat desa justru mencerminkan bagaimana keberpihakan bisa dimulai dari akar rumput.
Di tingkat nasional, negara sendiri sedang diuji oleh lemahnya tata kelola sektor-sektor strategis, termasuk dalam kasus pupuk subsidi, yang seharusnya melindungi petani kecil namun justru kerap bocor ke pihak yang tak berhak.
Skandal Pupuk Subsidi di Pelalawan – Riau: Cermin Rapuhnya Tata Kelola Subsidi dan Ujian Ketahanan Pangan Nasional
KDM dan bukti kerja nyata di Desa Dukuh
Di mata warga Desa Dukuh, Kang Diding bukan hanya calon kepala desa, melainkan aktor perubahan nyata. Ia dikenal sering membantu warga yang kesulitan, dan yang paling terlihat adalah pembangunan serta pemasangan lampu PJU di berbagai sudut desa, yang sebagian besar dibiayai dari kerja keras dan jejaring donatur yang ia bangun sendiri.
Julukan KDM – Kang Diding Maju pun melekat. Nama itu lahir dari rasa percaya masyarakat, bukan dari baliho.
Dalam konteks Indonesia yang sedang bergulat melawan praktik korupsi di berbagai daerah—mulai dari pajak, perizinan, hingga proyek daerah—figur kepala desa yang bersih dan dipercaya masyarakat menjadi benteng pertama negara. Tak heran bila Komisi Pemberantasan Korupsi terus memetakan wilayah-wilayah rawan, sebagaimana tergambar dalam peta besar OTT KPK di Indonesia.
Peta Besar OTT KPK di Indonesia: Dari Pajak hingga Kepala Daerah, Begini Wajah Korupsi yang Terbongkar
Visi Kang Diding: desa kuat sebagai fondasi Indonesia
Kepada DetikReportase.com, Kang Diding menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon kepala desa bukan didorong ambisi pribadi, melainkan rasa tanggung jawab.
Visinya adalah membangun Desa Dukuh yang maju, berprestasi, berbudaya, dan kreatif, melalui penguatan SDM, pengelolaan sumber daya alam, ekonomi kerakyatan, serta kepedulian sosial berbasis nilai religius dan budaya lokal.
Misinya mencakup:
Penataan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa yang transparan
Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan
Pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pemuda
Penguatan moral, sosial, dan keamanan lingkungan
Bagi banyak warga Desa Dukuh, Kang Diding Maju bukan sekadar kandidat. Ia adalah representasi harapan bahwa demokrasi desa bisa melahirkan pemimpin yang bersih, bekerja, dan berpihak pada rakyat—sebuah fondasi penting bagi masa depan Indonesia.
✍️ Ujang Suryana | detikreportase.com | Subang – Jawa Barat
DETIKREPORTASE.COM : Dari desa untuk Indonesia yang lebih bersih, adil, dan bermartabat.





