Nusa Tenggara TimurWisata

Pesona Teluk Gurita di Kabupaten Belu, Destinasi Wisata yang Memukau

456
×

Pesona Teluk Gurita di Kabupaten Belu, Destinasi Wisata yang Memukau

Sebarkan artikel ini

Belu, Detikreportase.com-

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak tempat wisata menarik, salah satunya adalah Teluk Gurita, yang terletak di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Teluk ini merupakan pelabuhan alam yang memiliki air laut jernih, pasir putih, dan ombak tenang, dikelilingi oleh bukit hijau yang semakin memperindah pemandangan.

Legenda dan Sejarah Teluk Gurita

Nama Teluk Gurita berasal dari legenda yang berkembang di masyarakat setempat. Dikisahkan bahwa pada masa lalu, sebuah kapal dagang asal Eropa yang berlabuh di perairan teluk ini mengalami kejadian tragis. Kapal tersebut diserang oleh seekor gurita raksasa, yang melilit dan menarik kapal hingga tenggelam ke dasar laut, tak pernah ditemukan lagi hingga kini. Sejak saat itu, masyarakat setempat menamai tempat ini Teluk Gurita.

Selain legenda tersebut, Teluk Gurita juga memiliki jejak sejarah penting. Pada masa pendudukan Jepang di Pulau Timor, setelah mengalahkan pasukan Belanda, kawasan ini dijadikan sebagai markas pelabuhan kapal perang Jepang. Hingga kini, sisa-sisa sejarah tersebut masih menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang masa lalu tempat ini.

Patung Bunda Maria dan Wisata Religi di Bukit Teluk Gurita

Daya tarik utama lainnya dari Teluk Gurita adalah Patung Bunda Maria, yang dikenal sebagai Bunda Segala Bangsa, berdiri megah di atas puncak bukit. Patung ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik banyak pengunjung, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, seperti Timor Leste.

Setiap hari libur dan hari Minggu, kawasan ini dipenuhi oleh umat Katolik yang datang untuk berdoa dan berziarah, serta wisatawan yang ingin menikmati panorama laut dari ketinggian bukit. Perjalanan menuju lokasi patung ini cukup menantang, karena pengunjung harus melewati ratusan anak tangga berliku. Namun, sepanjang jalur tersedia rumah-rumah kecil untuk berteduh dan kursi-kursi panjang untuk beristirahat.

Sesampainya di puncak bukit, pengunjung akan disambut oleh patung Bunda Maria yang berdiri anggun, dikelilingi oleh empat patung malaikat penjaga. Di bawah lantai tempat Bunda Maria berdiri, terdapat ruang Katakombe yang sering digunakan untuk perayaan Ekaristi dan ibadat umat Katolik bersama para imam.

Di samping patung, terdapat sebuah lonceng putih yang tergantung di antara dua tiang kokoh. Banyak umat Katolik yang datang bersiarah dan berdoa, sementara pengunjung lainnya menikmati pemandangan laut yang memukau dari atas bukit.

Keindahan Sunset dan Kuliner Khas di Teluk Gurita

Pesona Teluk Gurita semakin memukau menjelang sore hari, saat matahari mulai tenggelam. Langit berubah warna menjadi kuning kemerahan, menciptakan pemandangan sunset yang luar biasa indah. Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala, menghadirkan suasana yang menenangkan jiwa dan menginspirasi para pengunjung.

Setelah menikmati keindahan alam, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner khas masyarakat sekitar, yaitu ikan bakar yang dalam bahasa Tetun disebut “naan tunu”. Masyarakat sekitar pantai Teluk Gurita telah menyiapkan ikan bakar segar dengan bumbu khas daerah yang menggugah selera. Para wisatawan sering menghabiskan waktu bersama keluarga di pinggir pantai, menikmati hidangan lezat sebelum akhirnya kembali ke tempat asal mereka.

Kolam Susu dan Inspirasi Lagu Koes Plus

Dalam perjalanan menuju Teluk Gurita, pengunjung akan melewati area tambak ikan yang dikenal dengan sebutan Kolam Susu. Pemandangan tambak ikan yang luas, dengan ikan-ikan yang berenang di antara pematang tambak, menciptakan panorama unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Wilayah ini juga menyimpan kisah menarik dalam dunia musik. Pada tahun 1970-an, Koes Bersaudara mengunjungi Atambua dan terpesona oleh kekayaan alam yang ada di daerah ini. Dari pengalaman tersebut, mereka menciptakan lagu legendaris berjudul “Kolam Susu”, dengan lirik yang menggambarkan kemakmuran tanah Indonesia:

“Bukan lautan hanya kolam susu,

Kail dan jala cukup menghidupimu,

Tiada badai, tiada ombak kutemu,

Ikan dan udang menghampiri dirimu.”

Reff:

“Orang bilang tanah kita tanah surga,

Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman.”

Lirik ini mencerminkan betapa suburnya tanah Indonesia, termasuk wilayah Teluk Gurita, yang dikenal memiliki kekayaan hasil laut yang melimpah.

Kesimpulan

Teluk Gurita di Kabupaten Belu adalah destinasi wisata lengkap, yang menyajikan keindahan alam, sejarah, wisata religi, dan kekayaan kuliner. Dengan pantai yang indah, Patung Bunda Maria yang megah, serta panorama sunset yang memukau, tempat ini menjadi pilihan sempurna bagi siapa saja yang ingin mencari ketenangan dan menikmati keindahan alam.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, jangan lupa untuk menikmati ikan bakar khas daerah ini dan merasakan sendiri pesona Teluk Gurita yang menginspirasi banyak orang, termasuk legenda musik Indonesia, Koes Plus.

Oktav. M. Klau ✧ DetikReportase – Nusa Tenggara Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250