BeritaNusa Tenggara Timur

Pengembangan Lahan Tidur di Gloria Residence Maumere: Dari Perumahan Jadi Kebun Produktif, Siapa yang Diuntungkan?

531
×

Pengembangan Lahan Tidur di Gloria Residence Maumere: Dari Perumahan Jadi Kebun Produktif, Siapa yang Diuntungkan?

Sebarkan artikel ini
Etwar Atuna pemilik Gloria Residence Waturia Maumere memantau kebun buah dan sayur produktif seluas dua hektar di Sikka, NTT untuk ketahanan pangan lokal
Direktur PT Maumere Putra Development, Etwar Atuna, memantau tanaman semangka dan kacang panjang di kebun produktif seluas dua hektar di kompleks Perumahan Gloria Residence Waturia, Maumere, Sikka. Hasil panen disalurkan ke dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar regional.

Lahan Tidur Menjadi Kebun Produktif Buah dan Sayur

MAUMERE, SİKKA – DETİKREPORTASE.COM | PT Maumere Putra Development, pengembang Perumahan Gloria Residence Waturia di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Flores NTT, mengubah lahan tidur seluas dua hektar menjadi kebun produktif yang menanam buah dan sayuran. Langkah ini tidak hanya menghadirkan keindahan di lingkungan perumahan, tetapi juga memberikan manfaat pangan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Direktur PT Maumere Putra Development, Etwar Atuna, mengatakan inisiatif ini muncul dari adanya lahan yang tidak termanfaatkan. “Bila diatur dengan baik, tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memenuhi kebutuhan pangan mulai dari buah hingga sayuran,” ujarnya saat ditemui di lokasi kebun pada Jumat, 6 Februari 2026.

Buah semangka dan sayur kacang panjang yang ditanam telah beberapa kali dipanen. Hasil panen langsung disalurkan ke dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Maumere. Selain itu, panen juga dikirim ke Kabupaten Ende dan Ngada, sehingga manfaatnya meluas ke wilayah regional.

Harga semangka berkisar Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram, dan bisa meningkat saat pasokan terbatas. Etwar menegaskan, “Selagi dapur MBG membutuhkan buah, kita suplai. Ini juga memberi keuntungan bagi usaha kami.

Bagi yang ingin memahami posisi hukum dan tanggung jawab pidana pengelolaan lahan dan usaha.

Bisa merujuk pada KUHP Baru:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Hasil Panen Disalurkan ke MBG dan Pasar Regional

Etwar menambahkan, panen buah dan sayur tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga mendukung ketahanan pangan regional. “Kita koordinasikan distribusi agar dapur MBG dan pasar di kabupaten lain tetap mendapatkan pasokan,” jelasnya.

Budidaya dilakukan secara bergilir sehingga pasokan pangan tetap stabil sepanjang tahun. Selain itu, hasil panen menjadi peluang ekonomi bagi pekerja lokal, karena perusahaan mempekerjakan warga sekitar untuk merawat kebun.

Kasus ini juga relevan dengan isu nasional terkait pupuk dan ketahanan pangan.

Seperti terlihat pada Skandal Pupuk Subsidi:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

 

Sistem Irigasi dan Pemupukan Modern Tanpa IoT

Untuk memastikan hasil panen maksimal, kebun menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation) dipadukan dengan venturi injektor untuk pemupukan. Sistem ini tidak menggunakan Internet of Things (IoT), karena petani lokal belum terbiasa.

Etwar menjelaskan, “Air dari sumbernya difilter terlebih dahulu, kemudian pupuk yang dicampur air tersedot otomatis ke tanaman saat irigasi berlangsung. Ini memudahkan pemupukan tanpa harus manual setiap hari.”

Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana namun tepat guna bisa diterapkan di level lokal, meningkatkan efisiensi produksi dan membuka peluang penerapan inovasi pertanian secara nasional.

 

Budidaya Berkelanjutan dan Pemberdayaan Pekerja Lokal

Proses budidaya semangka dan kacang panjang memakan waktu dua hingga tiga bulan dan dilakukan bergilir di beberapa titik lahan. Dengan sistem ini, saat satu kebun panen, kebun lain sudah siap panen menyusul, menjaga pasokan tetap stabil sepanjang tahun.

“Proses budidaya ini saya pelajari dari orang tua saya, yang memiliki latar belakang petani,” jelas Etwar. Selain lahan di perumahan, PT Maumere Putra Development juga menanam di lokasi lain di luar kompleks untuk memastikan pasokan kontinu.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sehingga perumahan Gloria Residence menjadi contoh pengembangan hunian yang produktif dan berkelanjutan.

Integrasi pengetahuan modern dengan praktik lokal juga mendukung perkembangan teknologi dan AI di sektor pertanian.

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Peta AI:
https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/

Inspirasi untuk Ketahanan Pangan Nasional

Langkah PT Maumere Putra Development membuktikan bahwa inovasi lokal yang sederhana, jika diterapkan secara konsisten dan terencana, mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Gloria Residence Waturia menjadi contoh bahwa hunian modern dan produktivitas pangan bisa berjalan beriringan, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, pendekatan seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembang, pemerintah, dan komunitas di seluruh Indonesia, untuk mengintegrasikan pembangunan perumahan dengan program produktif yang mendukung kesejahteraan nasional secara berkelanjutan. Inovasi lokal yang konkret bisa menjadi pendorong transformasi nasional, membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan sosial dapat saling memperkuat demi masa depan bangsa.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Pangan dan Pemberdayaan Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250