Meniti Jembatan, Menjemput Cahaya: Catatan Perjalanan di Tanjung Lambai
Ketapang, Detik Reportase.con kalbar – Perjalanan menuju Dusun Tanjung Lambai bukanlah sekadar kunjungan kerja biasa. Ia adalah silaturahmi kepedulian. Langkah kaki saya terhenti sejenak saat harus meniti Jembatan Gantung Tanjung Lambai. Di atas jembatan yang bergoyang mengikuti arus sungai di bawahnya, saya merasakan betul denyut perjuangan warga setiap harinya.
Jembatan ini bukan hanya penghubung dua daratan, tapi urat nadi harapan yang selama ini menanti sentuhan kemajuan.
Setibanya di dusun, suasana haru pecah dalam balutan adat dan pencak silat di Masjid Al-Hidayah. Namun, seremonial bukanlah tujuan utama.
Bahu-Membahu Menancapkan Harapan
Sejarah baru benar-benar dipahat saat saya memutuskan untuk terjun langsung bersama tim PLN dan masyarakat. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Bersama-sama, kami memegang besi dingin tiang listrik pertama, mengerahkan tenaga, dan menancapkannya kuat-kuat ke Tanjung Lambai.
Tiang ini adalah simbol bahwa masa-masa gelap tanpa akses listrik telah usai. Dari Desa Menyumbung hingga Desa Senduruhan, cahaya kini bukan lagi sekadar mimpi di malam hari.
Cahaya Listrik, Cahaya Kasih Sayang
Di tengah kucuran keringat gotong royong itu, sisi humanis pembangunan tetap menjadi prioritas. Bersama PLN, kami menyelipkan momentum tali asih bagi anak-anak yatim dan warga kurang mampu.
Bagi saya, percuma jika desa terang benderang namun hati warganya merasa ditinggalkan. Tali asih ini adalah wujud syukur; bahwa sebelum listrik menyinari rumah-rumah mereka, biarlah rasa peduli terlebih dahulu menyinari hati mereka. Melihat binar mata anak-anak saat menerima santunan, saya tersadar bahwa untuk merekalah tiang-tiang ini kita tegakkan.
Prasasti di Atas Papan Kayu
Sebagai penutup yang abadi, saya membubuhkan tanda tangan di atas prasasti papan kayu yang sangat ikonik. Pemilihan media kayu ini adalah simbol bahwa kehadiran pemerintah daerah telah “terpahat” secara alami dan kuat di jantung dusun ini. Ini adalah dokumentasi sejarah kehadiran Bupati pertama yang menginjakkan kaki di sana, membawa misi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”.
Kami pulang dengan hati yang penuh, meninggalkan Tanjung Lambai yang kini tak lagi sama. Karena hari ini, kita tidak hanya membangun jaringan listrik, kita sedang membangun peradaban yang lebih terang untuk generasi masa depan.
Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar





