BeritaNusa Tenggara Timur

May Day Fiesta 2025: Ruang Efektif Fasilitasi Aspirasi Buruh dan Selesaikan Persoalan Ketenagakerjaan

438
×

May Day Fiesta 2025: Ruang Efektif Fasilitasi Aspirasi Buruh dan Selesaikan Persoalan Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Mas day fiesta 2025 salah satu fasiltas untuk aspirasi buruh dan wujud penyelesaian masalah ketenagakerjaan.

KUPANG |DETİKREPORTASE.COM –

Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., menegaskan bahwa pelaksanaan May Day Fiesta 2025 merupakan bentuk nyata komitmen Polda NTT dalam memfasilitasi para pekerja menyampaikan aspirasi secara damai, sekaligus menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan secara efektif dan terarah.

Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT dalam sesi dialog bersama buruh dan sejumlah pemangku kepentingan, Kamis (1/5/2025) di Mapolda NTT, dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan.

Forum Solutif Hadirkan Apindo dan Instansi Terkait

Dalam keterangannya, Kapolda menjelaskan bahwa May Day Fiesta bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi forum komunikasi terbuka yang mempertemukan langsung para pekerja dengan instansi terkait.

“Hari ini, kita satukan teman-teman tenaga kerja yang biasanya menyuarakan aspirasi di jalan. Kita kumpulkan di sini, di Mapolda NTT, dan kita hadirkan semua instansi yang berwenang, agar aspirasi bisa langsung didengar dan ditanggapi,” ujar Kapolda.

Keberadaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga dinilai Kapolda sebagai elemen penting dalam menyukseskan forum tersebut. Menurutnya, beberapa persoalan bahkan bisa diselesaikan saat itu juga.

“Apindo aktif hadir. Banyak masalah soal asuransi, BPJS, dan hubungan kerja langsung diklarifikasi dan ditindaklanjuti. Ini jauh lebih efektif dibanding aksi demonstrasi,” tambahnya.

Kapolda menyebut pendekatan dialog seperti ini lebih humanis dan solutif, serta menghindarkan konflik horizontal di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa Polda NTT siap mengawal setiap aspirasi buruh secara adil dan terbuka.

Dorongan Bentuk Des Tenaga Kerja untuk Penanganan Kompleks

Menjawab pertanyaan seputar kasus ketenagakerjaan yang lebih kompleks, Kapolda NTT mengungkapkan bahwa pihaknya siap mendorong pembentukan Des Tenaga Kerja di daerah, sesuai instruksi Kapolri.

“Jika persoalan tenaga kerja terlalu banyak dan tidak bisa ditangani langsung, maka Des ini akan menjadi pusat penyelesaian. Bila masih buntu, baru dibawa ke ranah hukum,” jelasnya.

Langkah ini disambut positif oleh kalangan pekerja dan aktivis buruh yang hadir. Mereka menilai pendekatan ini mencerminkan semangat kolaboratif antara buruh, pengusaha, dan pemerintah daerah.

✍️ Yuven Fernandez | Detikreportase.com | Kupang, Nusa Tenggara Timur

DETİKREPORTASE.COM – Mengabarkan Keadilan Sosial, Menyalakan Harapan Pekerja Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250