Ruang Publik Baru yang Menghidupkan Wajah Kota
CILACAP | DETIKREPORTASE.COM – Kawasan Titik Nol Kilometer kini menjelma menjadi ikon wisata baru yang paling ramai di Kabupaten Cilacap. Setiap malam, lokasi ini tak pernah sepi dari aktivitas masyarakat. Muda-mudi, keluarga, pejalan kaki, hingga pengunjung dari luar kota berdatangan untuk bersantai, menikmati suasana malam, dan merasakan denyut baru kehidupan kota.
Penataan kawasan yang semakin rapi, pencahayaan yang memadai, serta akses yang mudah membuat Titik Nol Kilometer menjadi ruang publik yang ramah bagi semua kalangan. Suasana asri berpadu dengan hembusan angin pantai yang sejuk menjadikan kawasan ini tempat favorit untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Kini, Titik Nol Kilometer bukan hanya penanda geografis, tetapi telah bertransformasi menjadi simbol kebangkitan ruang publik di Cilacap. Setiap sudutnya hidup dengan interaksi sosial, obrolan santai, dan tawa pengunjung yang menikmati malam dengan cara sederhana namun bermakna.
UMKM Lokal Tumbuh dan Merasakan Dampak Nyata
Salah satu dampak paling terasa dari hidupnya kawasan Titik Nol Kilometer adalah menggeliatnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setiap malam, deretan lapak pedagang berjajar rapi menawarkan beragam jajanan khas Cilacap, mulai dari angkringan tradisional, camilan lokal, hingga minuman kekinian yang diminati anak muda.
Tak hanya makanan dan minuman, sejumlah pelaku UMKM juga menjajakan hasil kerajinan tangan sebagai produk kreatif lokal. Produk-produk ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari luar kota yang ingin membawa pulang buah tangan khas Cilacap.
Bunda Ratna, salah satu pelaku UMKM yang membuka lapak angkringan setiap malam, mengaku sangat bersyukur dengan hadirnya ikon wisata baru ini.
“Setiap malam selalu ramai. Banyak yang datang hanya untuk santai, ngobrol, dan menikmati suasana. Alhamdulillah, kami pelaku UMKM sangat terbantu,” ujar Bunda Ratna.
Menurutnya, keberadaan Titik Nol Kilometer memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi pedagang kecil. Perputaran uang meningkat, pelanggan semakin beragam, dan usaha kecil yang sebelumnya sepi kini kembali hidup.
Pengunjung Datang dari Berbagai Daerah
Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari luar daerah. Banyak pengunjung yang sengaja datang ke Cilacap untuk melihat langsung ikon wisata yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Rina, pengunjung asal Banyumas, mengaku penasaran setelah melihat unggahan teman-temannya.
“Tempatnya nyaman, bersih, anginnya sejuk. Jajanannya juga banyak dan murah. Cocok untuk santai malam,” katanya.
Bagi anak muda, Titik Nol Kilometer menjadi tempat berkumpul yang aman dan terbuka. Sementara bagi keluarga, kawasan ini menjadi alternatif wisata malam yang sederhana namun menyenangkan. Keberagaman pengunjung inilah yang membuat kawasan tersebut terasa hidup dan inklusif.
Sejalan dengan Program Cilacap Maju Besar
Berkembangnya kawasan Titik Nol Kilometer tidak terlepas dari arah pembangunan daerah melalui program “Cilacap Maju Besar”. Program ini menitikberatkan pada penataan kota, penguatan sektor pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kini, hasil dari program tersebut mulai dirasakan langsung oleh warga. Titik Nol Kilometer menjadi contoh konkret bagaimana penataan ruang publik dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi secara bersamaan.
Selain Titik Nol Kilometer, Kabupaten Cilacap juga memiliki destinasi wisata alam yang terus dikembangkan, seperti Pantai Teluk Penyu dan Pantai Kemiren. Kedua pantai ini menawarkan keindahan alam pesisir yang khas, dengan panorama laut yang memanjakan mata serta suasana yang cocok untuk wisata keluarga.
Sinergi antara destinasi wisata alam dan ruang publik perkotaan menjadikan Cilacap semakin lengkap sebagai tujuan wisata. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam di siang hari dan bersantai di ruang publik pada malam hari.
Ruang Santai, Ekonomi Bergerak, Identitas Kota Menguat
Kehadiran Titik Nol Kilometer membuktikan bahwa ruang publik yang tertata dengan baik mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus penguat identitas kota. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, duduk santai, dan menikmati jajanan lokal menjadi bagian dari denyut ekonomi yang terus bergerak.
Para pelaku UMKM berharap kawasan ini terus dijaga kebersihan, keamanan, dan ketertibannya agar tetap nyaman bagi pengunjung. Mereka juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk pengembangan fasilitas tanpa menghilangkan karakter rakyat yang melekat di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat Cilacap, Titik Nol Kilometer kini menjadi kebanggaan bersama. Sebuah simbol bahwa pembangunan tidak selalu harus megah, tetapi harus menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat nyata.
Dengan semakin dikenalnya Titik Nol Kilometer sebagai ikon wisata, Kabupaten Cilacap perlahan menegaskan posisinya sebagai daerah yang ramah wisata, berpihak pada UMKM, dan konsisten mewujudkan semangat “Cilacap Maju Besar”.
✍️ Tim | detikreportase.com | Cilacap – Jawa Tengah
DETIKREPORTASE.COM : Wisata Tumbuh, UMKM Bangkit, Cilacap Maju Besar





