BeritaSumatra Utara

Posko Lebaran Bandara Kualanamu Resmi Ditutup: Trafik Penerbangan Naik, Apakah Layanan Sudah Optimal?

516
×

Posko Lebaran Bandara Kualanamu Resmi Ditutup: Trafik Penerbangan Naik, Apakah Layanan Sudah Optimal?

Sebarkan artikel ini
penutupan posko Lebaran Bandara Kualanamu 2026
Suasana penutupan posko angkutan udara Lebaran di Bandara Kualanamu setelah periode operasional berakhir

Penutupan Posko: Operasional Lebaran Berjalan Lancar

DELI SERDANG | DETIKREPORTASE.COM – PT Angkasa Pura Aviasi secara resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H/2026 di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada Senin (30/3/2026), setelah beroperasi selama periode 13 Maret hingga 29 Maret 2026 (H-8 hingga H+7).

Selama periode tersebut, operasional bandara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, didukung oleh sinergi berbagai pihak mulai dari operator bandara, maskapai, hingga unsur TNI/Polri dan instansi terkait lainnya.

Penutupan posko ini menandai berakhirnya masa pengawasan intensif angkutan Lebaran yang menjadi salah satu momen krusial dalam sektor transportasi udara nasional.

 

Kinerja Operasional: Trafik Pesawat dan Penumpang Meningkat

Berdasarkan data yang dihimpun, kinerja operasional Bandara Kualanamu menunjukkan tren positif. Total pergerakan pesawat udara tercatat mencapai 2.801 penerbangan atau tumbuh sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang mencapai 420.285 orang, meningkat sebesar 1,7%. Tingkat keterisian penumpang (load factor) juga tergolong tinggi, yakni sebesar 86%, yang mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara selama Lebaran.

Selain itu, kinerja angkutan kargo tercatat sebesar 2.093 ton, dengan On Time Performance (OTP) mencapai 72%.

Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kesiapan operasional dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Pertumbuhan trafik angkutan udara Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara terus meningkat,” ujarnya.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

Dalam perspektif regulasi, pengelolaan transportasi publik yang aman dan tertib menjadi bagian penting dari tanggung jawab hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Puncak Arus Mudik dan Balik: Data Pergerakan Tertinggi

Lebih lanjut, disampaikan bahwa puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3), dengan pergerakan sebanyak 173 pesawat dan 27.034 penumpang.

Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 29 Maret 2026 (H+7), dengan 174 pergerakan pesawat dan 28.964 penumpang.

Data tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran serta pentingnya kesiapan infrastruktur dan manajemen operasional dalam menghadapi lonjakan penumpang.

Seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mengaku puas dengan pelayanan selama periode Lebaran.

“Pelayanan cukup baik dan tertib. Walaupun ramai, tapi tetap terasa nyaman,” ujarnya.

Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Dalam konteks nasional, pengelolaan transportasi yang transparan dan profesional menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

 

Komitmen Ke Depan: Kualanamu Menuju Hub Regional

Apel penutupan Posko Angkutan Lebaran dipimpin oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Asri Santosa, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja secara optimal sehingga penyelenggaraan angkutan udara Lebaran berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, Bandara Internasional Kualanamu terus memperkuat posisinya sebagai gerbang udara strategis di wilayah barat Indonesia melalui pengembangan layanan berbasis operational excellence, digitalisasi, dan kolaborasi ekosistem penerbangan.

Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Dengan konsep airport service excellence dan integrated airport operation, Kualanamu diharapkan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga berkembang sebagai hub konektivitas regional yang efisien dan berdaya saing global.

Sebagai penutup, keberhasilan operasional angkutan udara Lebaran 2026 di Bandara Kualanamu menjadi indikator positif bagi sektor transportasi nasional, sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang.

✍️ Candra | detikreportase.com | Deli Serdang – Sumatera Utara

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Transportasi Aman dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250