Sumatra Utara

Kondisi Sekolah Terawat, Tuduhan Miring Dana BOS ke SMAN 2 Percut Sei Tuan Terbantahkan

5
×

Kondisi Sekolah Terawat, Tuduhan Miring Dana BOS ke SMAN 2 Percut Sei Tuan Terbantahkan

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG | detikreportase– Maraknya pemberitaan miring di sejumlah media online dan media sosial, termasuk TikTok, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di beberapa SMA Negeri di Kabupaten Deli Serdang, menuai polemik serius. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran sorotan adalah SMAN 2 Percut Sei Tuan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sekolah tersebut disebut menerima Dana BOS sekitar Rp1,3 miliar per tahun namun dinilai tidak sebanding dengan kondisi fisik sekolah. Bahkan, salah satu media menuliskan narasi adanya dinding sekolah yang retak dan terkesan tak terawat. Tuduhan itu langsung memantik kegaduhan di ruang publik, seolah-olah pihak sekolah sengaja mempermainkan anggaran negara.

Namun fakta di lapangan berbicara sebaliknya.

Tim yang turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi sekolah menemukan kondisi fisik bangunan dalam keadaan baik, rapi, dan terawat. Tidak ditemukan dinding bolong, kerusakan parah, atau ruang kelas yang tidak layak pakai sebagaimana diberitakan. Ruang kelas tertata, lingkungan sekolah bersih, dan perpustakaan tampak dikelola dengan baik.

Alokasi Dana BOS tahun 2025 di sekolah tersebut memang digunakan untuk beberapa pos utama, di antaranya:

pengembangan perpustakaan,

pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah,

langganan daya dan jasa,

kegiatan pembelajaran serta administrasi sekolah.

Seluruh peruntukan anggaran tersebut terbukti ada realisasinya di lapangan. Pemeliharaan sekolah tampak nyata, pengembangan perpustakaan berjalan, serta aktivitas pembelajaran didukung fasilitas yang memadai.

Kepala sekolah, Suaibatul Aslamiah, saat ditemui di sekolah pada Kamis, 26 Februari 2026, menegaskan bahwa Dana BOS tahun 2025 telah dialokasikan sesuai ketentuan dan kebutuhan sekolah.

“Silakan lihat langsung kondisi sekolah kami. Tidak ada dinding bolong atau bangunan yang rusak seperti yang diberitakan. Semua anggaran digunakan sesuai peruntukannya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak sekolah telah diperiksa oleh tim terkait. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya penyimpangan sebagaimana dituduhkan dalam pemberitaan miring yang beredar.

“Tim pemeriksa sudah turun langsung dan melihat kondisi sekolah. Tidak ada temuan ketimpangan. Semua sesuai dengan yang kami kerjakan,” tambahnya.

Pemberitaan di sejumlah media online dan media sosial dinilai terkesan dipaksakan dan menggiring opini seolah-olah kepala sekolah sengaja melakukan penyimpangan anggaran. Padahal, hasil peninjauan lapangan dan pemeriksaan tim terkait justru menunjukkan kondisi sebaliknya.

Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa SMAN 2 Percut Sei Tuan dalam keadaan baik, tertata rapi, serta penggunaan Dana BOS selaras dengan kondisi fisik dan kegiatan pendidikan yang berjalan.

Polemik ini menjadi pengingat penting bagi media dan jurnalis untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Pemberitaan semestinya dilakukan secara berimbang, diverifikasi di lapangan, dan tidak semata-mata mengejar sensasi dengan mengorbankan nama baik lembaga pendidikan serta para pendidik.

Dunia pendidikan tidak seharusnya dijadikan ladang framing sepihak. Kepala sekolah, guru, dan peserta didik bisa menjadi korban dari narasi yang tidak akurat dan tidak diverifikasi.

Hasil peninjauan langsung dan pemeriksaan tim terkait membantah tudingan yang beredar. Kondisi sekolah baik, penggunaan Dana BOS sesuai peruntukan, dan tidak ditemukan penyimpangan sebagaimana ditulis di sejumlah media.

Publik berhak mendapatkan informasi yang utuh, adil, dan berimbang. Fakta lapangan hari ini menegaskan satu hal: narasi miring terhadap SMAN 2 Percut Sei Tuan tidak sejalan dengan realitas yang ada.

(Admin2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250