Rapat koordinasi nasional diselenggarakan di Bogor
BOGOR | DETIKREPORTASE.COM – Dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI menegaskan komitmen untuk memperkuat keamanan siber nasional secara strategis dan terstruktur.Hal itu terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Strategi Nasional Peningkatan Global Cybersecurity Index (GCI) yang digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 14 kementerian/lembaga (K/L) strategis, termasuk BSSN, Kementerian PANRB, Bappenas, dan Kepolisian RI.
Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam, Marsda TNI Eko Dono Indarto, memimpin langsung pertemuan tersebut dengan menyampaikan urgensi penguatan keamanan siber sebagai pilar utama pertahanan nasional dan keberhasilan program-program prioritas pemerintah.
> “Selain aspek regulasi dan teknologi, pengembangan SDM dan kolaborasi internasional juga menjadi prioritas dalam strategi ini,” ungkap Eko saat membuka rakor.
Keamanan digital sebagai fondasi program sosial nasional
Menurut Eko Dono, sistem digital yang kuat dan tahan terhadap serangan menjadi syarat mutlak bagi kelancaran lima program unggulan Presiden **Prabowo Subianto**, yakni **Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat,** dan **Perumahan Rakyat**.> “Dengan infrastruktur digital yang aman, program-program tersebut bisa berjalan lebih efektif dan terpercaya. Keamanan siber bukan sekadar isu teknis, tapi menjadi pondasi kepercayaan publik terhadap layanan negara,” tegasnya.
Eko juga menekankan pentingnya pemetaan risiko serangan siber yang menyasar sektor-sektor pelayanan publik. Ia mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan audit keamanan digital secara berkala, serta memperkuat standar perlindungan data dan jaringan internal.
Rapat ini menghasilkan sejumlah langkah strategis, antara lain pembentukan Forum Koordinasi dan Komunikasi Keamanan Siber (FK3S) sebagai wadah sinkronisasi lintas sektor, serta penetapan target skor GCI sebesar 90 persen pada tahun 2027.
Kolaborasi 14 kementerian/lembaga hadapi ancaman cyber
Forum FK3S yang dibentuk dalam rapat tersebut diharapkan menjadi simpul koordinasi nasional dalam upaya deteksi dini, penanggulangan insiden, dan penguatan sistem keamanan digital lintas sektor.Sebanyak 14 kementerian/lembaga telah menyepakati untuk menunjuk focal point atau perwakilan teknis di masing-masing instansi guna mempercepat integrasi strategi dan respons terhadap insiden siber.
> “Kolaborasi menjadi kunci. Tidak ada satu instansi pun yang bisa menghadapi serangan digital sendirian. Ini soal ketahanan nasional yang memerlukan sinergi semua elemen,” tegas Eko.
Dalam paparannya, Kemenko Polhukam juga menggarisbawahi pentingnya penyesuaian regulasi dengan dinamika teknologi global. Penguatan kerangka hukum terkait perlindungan data pribadi, keamanan infrastruktur kritikal, dan penindakan cybercrime menjadi bagian dari agenda besar dalam strategi nasional ini.
Komitmen politik dan budaya digital menjadi pilar utama
Penguatan keamanan siber bukan hanya soal perangkat dan teknologi, tapi juga menuntut komitmen politik dari pemimpin di setiap lembaga dan kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya digital yang sehat.Kemenko Polhukam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengarusutamakan literasi digital dan kesadaran keamanan dalam setiap aktivitas birokrasi maupun pelayanan publik.
Langkah ini juga dianggap sebagai bagian integral dari visi Indonesia Emas 2045, di mana keamanan informasi akan menjadi instrumen kunci dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam penutupnya, Marsda TNI Eko Dono menyampaikan harapan besar agar seluruh kementerian/lembaga menjadikan isu keamanan siber sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap teknis dalam proyek digitalisasi.
> “Jika kita lalai dalam membangun sistem yang aman, maka kita memberi ruang bagi ancaman yang bisa merusak seluruh kepercayaan masyarakat. Ini saatnya kita bangun ketahanan digital bangsa dari sekarang,” pungkasnya.
Langkah strategis yang diambil Kemenko Polhukam melalui forum nasional ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tak ingin tertinggal dalam percaturan keamanan siber global. Dengan target GCI yang ambisius dan semangat kolaborasi lintas sektor, Indonesia bersiap menyongsong era digital dengan lebih tangguh, cerdas, dan berdaulat.
✍️ Tim Redaksi | detikreportase.com | Bogor – Jawa Barat
DETIKREPORTASE.COM : Ketahanan Siber Kuat, Indonesia Hebat





