BeritaNusa Tenggara Timur

HUT ke-12 AWAS Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sikka: Sejauh Mana Solidaritas Pers Hadir di Tengah Bencana?

519
×

HUT ke-12 AWAS Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sikka: Sejauh Mana Solidaritas Pers Hadir di Tengah Bencana?

Sebarkan artikel ini
Aliansi Wartawan Sikka menyerahkan bantuan sembako kepada korban kebakaran rumah Mama Maria Noeng di Desa Heopuat, Kabupaten Sikka, NTT
Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Mario WP Sina menyerahkan bantuan sembako kepada Mama Maria Noeng (74), korban kebakaran rumah di Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Kamis (12/2/2026), dalam rangka peringatan HUT ke-12 AWAS.

Aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan jadi wajah baru jurnalisme daerah

MAUMERE, SİKKA – DETİKREPORTASE.COM | Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada korban kebakaran rumah di RT 07/RW 04 Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Kamis (12/2/2026) sore.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Mama Maria Noeng (74), korban kebakaran yang rumahnya hangus dilalap api pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Penyerahan bantuan berlangsung di bawah tenda darurat yang kini menjadi tempat tinggal sementara korban, meskipun saat itu hujan deras mengguyur lokasi.

Penyerahan bantuan juga disaksikan oleh Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis, sebagai bentuk legitimasi dan transparansi bantuan sosial yang diberikan.

 

AWAS Rayakan Ulang Tahun dengan Aksi Nyata

Ketua AWAS Mario WP Sina menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) AWAS ke-12 yang jatuh pada 14 Februari 2026.

“AWAS akan genap berusia 12 tahun. Momentum ini kami maknai bukan dengan seremoni, tetapi dengan tindakan nyata. Tema kami adalah AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka,” ujar Mario.

Ia menegaskan, AWAS ingin hadir bukan hanya sebagai pengawas kebijakan publik melalui pemberitaan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan dan membantu ketika musibah terjadi.

“Kami ingin jurnalisme tidak hanya berbicara, tapi juga bergerak,” tegasnya.

Dalam konteks kebencanaan dan bantuan sosial, tanggung jawab negara dan masyarakat juga berada dalam kerangka hukum nasional yang mengatur perlindungan korban serta peran institusi publik dan komunitas sipil.

Kerangka hukumnya dapat dipahami melalui:
🔗 https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Dari Solidaritas Kemanusiaan hingga Kepedulian Lingkungan

Selain aksi kemanusiaan, AWAS juga akan melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan berupa penanaman mangrove di kawasan hutan bakau Dusun Namondale, Desa Nangahale, pada Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen AWAS dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Kabupaten Sikka, yang semakin terancam oleh abrasi dan perubahan iklim.

Dalam skala nasional, teknologi berbasis AI kini mulai digunakan untuk pemetaan wilayah rawan bencana dan kerusakan lingkungan. Konteks ini relevan dengan upaya lokal seperti pelestarian mangrove di Sikka.

Baca selengkapnya:
🔗 https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/

Korban Masih Butuh Uluran Tangan

Mama Maria Noeng, seorang janda lanjut usia, kini tinggal bersama satu anak yang mengalami gangguan jiwa dan seorang cucu berusia 11 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI SD. Saat kebakaran terjadi, ia sedang mengikuti kegiatan posyandu lansia.

Seluruh isi rumahnya hangus terbakar. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan, kecuali KTP dan Kartu Keluarga yang sebelumnya dibawa ke kantor desa saat proses validasi bantuan sosial.

Anggota BPD Desa Heopuat Yohanis Paskalis menyatakan bahwa pihak desa tengah mengupayakan bantuan stimulan perumahan dari Dana Desa berupa material bangunan senilai Rp15 juta untuk membantu membangun kembali rumah Mama Maria.

“Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar rumah Mama Maria bisa kembali berdiri dan layak huni,” ujarnya.

 

Ketika Pers Menjadi Wajah Empati Sosial

Aksi Aliansi Wartawan Sikka dalam memperingati HUT ke-12 menunjukkan bahwa pers bukan hanya pilar demokrasi, tetapi juga bagian dari denyut kemanusiaan masyarakat.

Di tengah musibah dan keterbatasan, solidaritas seperti ini menjadi bukti bahwa jurnalisme yang kuat adalah jurnalisme yang tidak hanya mengabarkan penderitaan, tetapi juga turut hadir untuk meringankannya.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM – Mengawal Kemanusiaan, Lingkungan, dan Keadilan Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250