Wakil Ketua Komisi II DPRD sekaligus Ketua DPD PAN Pelalawan turun ke lima desa
PANGKALAN KURAS, PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM —
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, H. M. Bakri, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pelalawan, melakukan rangkaian kunjungan ke lima desa di Kecamatan Pangkalan Kuras, Selasa (17/2/2026). Kunjungan ini tidak hanya difokuskan pada penyaluran bantuan sembako, tetapi juga dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi masyarakat desa secara langsung.
Lima desa yang dikunjungi meliputi Desa Batang Kulim, Desa Betung, Desa Kesuma, Desa Tanjung Beringin, dan Desa Talau. Sejak pagi hingga sore hari, Bakri bersama timnya menyambangi rumah warga dan balai desa. Warga dari berbagai latar belakang—mulai dari petani, pelaku usaha kecil, hingga para lansia—hadir untuk menerima paket sembako sekaligus menyampaikan keluhan tentang kondisi ekonomi dan infrastruktur desa.
Di tengah keterbatasan akses dan jarak yang jauh dari pusat kota, momen seperti ini menjadi kesempatan langka bagi warga desa untuk menyampaikan suara mereka secara langsung kepada pembuat kebijakan.
Warga menyuarakan tekanan ekonomi: dari harga sembako hingga jalan kebun
Di Desa Batang Kulim dan Desa Betung, isu yang paling sering muncul adalah naik-turunnya harga bahan pokok. Warga menyebut bahwa menjelang Ramadan, kebutuhan rumah tangga meningkat, sementara pendapatan dari kebun karet dan sawit sering kali tidak menentu. Kondisi ini membuat banyak keluarga harus mengencangkan ikat pinggang.
Para lansia juga menyampaikan kekhawatiran tentang kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar. Bagi kelompok usia lanjut yang tidak lagi produktif, ketergantungan pada bantuan keluarga atau program sosial menjadi semakin besar.
Di Desa Kesuma, diskusi lebih banyak menyinggung soal infrastruktur. Warga menyoroti kondisi jalan kebun yang rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Akibatnya, biaya angkut hasil perkebunan meningkat, sementara harga jual di tingkat petani tidak selalu mengikuti. Situasi ini membuat margin keuntungan semakin tipis.
Di Desa Tanjung Beringin dan Desa Talau, warga menekankan pentingnya kesinambungan program ekonomi desa. Ramadan dianggap sebagai periode sensitif karena kebutuhan meningkat, tetapi pemasukan sering kali tidak sebanding. Warga berharap ada kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan ekonomi desa sepanjang tahun, bukan hanya saat momen tertentu.
Di tengah tekanan biaya logistik dan perubahan dunia kerja, UMKM Indonesia dituntut beradaptasi dengan dua hal utama: teknologi dan efisiensi distribusi.
Transformasi ini juga tercermin dalam perubahan lanskap kerja akibat kecerdasan buatan.
Simak lengkapnya di sini :
https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/
Data wilayah dan tantangan ketahanan ekonomi desa
Berdasarkan publikasi Kecamatan Pangkalan Kuras Dalam Angka 2023 oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan, wilayah ini memiliki sebaran desa yang luas dengan kepadatan penduduk yang tidak merata. Kondisi tersebut berdampak pada pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
Sebagian desa memiliki akses jalan yang cukup baik, namun sebagian lainnya masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Hal ini berpengaruh langsung pada distribusi hasil perkebunan, akses ke pasar, serta biaya logistik yang harus ditanggung petani dan pelaku usaha kecil.
Ketika biaya distribusi tinggi, produk desa menjadi kurang kompetitif. Inilah sebabnya banyak warga menilai bahwa perbaikan jalan dan dukungan transportasi adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan. Tanpa itu, potensi perkebunan dan UMKM desa sulit berkembang maksimal.
Sementara itu, tantangan biaya usaha UMKM masih sangat dipengaruhi oleh tata kelola BBM dan distribusi nasional.
Baca selengkapnya di sini :
https://detikreportase.com/distribusi-bbm-dan-bbm-subsidi-di-bawah-sorotan-publik-antara-kepentingan-negara-hak-konsumen-dan-tantangan-pengawasan/
H.M. Bakri: bantuan hanya awal, aspirasi harus menjadi kebijakan
Di sela kunjungan, H. M. Bakri menegaskan bahwa bantuan sembako bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memahami kondisi riil masyarakat desa.
“Masukan masyarakat akan menjadi perhatian dalam pembahasan sesuai kewenangan kami, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi dan pembangunan,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD sekaligus Ketua DPD PAN Pelalawan, Bakri menyatakan bahwa aspirasi warga desa harus menjadi dasar perumusan kebijakan. Ia menilai bahwa tanpa mendengar langsung suara masyarakat, program pembangunan berisiko tidak tepat sasaran.
Sejauh mana kunjungan ini benar-benar memperkuat ketahanan ekonomi warga?
Bantuan sembako membantu meringankan kebutuhan jangka pendek warga menjelang Ramadan. Namun persoalan yang lebih mendasar tetap menunggu jawaban: apakah jalan kebun akan diperbaiki, biaya distribusi ditekan, dan ekonomi desa diperkuat secara berkelanjutan?
Kunjungan ke lima desa di Pangkalan Kuras menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari jumlah paket bantuan semata, melainkan dari sejauh mana suara masyarakat benar-benar diubah menjadi kebijakan yang berdampak nyata bagi masa depan mereka.
✍️ Tim DetikReportase | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Ketahanan Ekonomi Rakyat





