BeritaJawa Tengah

Guru SMK di Purworejo Menang Krenova Berkat Inovasi PLTMH: Berawal dari Gerobak Bakso HaTiga hingga Jadi Karya Energi Terbarukan

641
×

Guru SMK di Purworejo Menang Krenova Berkat Inovasi PLTMH: Berawal dari Gerobak Bakso HaTiga hingga Jadi Karya Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini

Perjuangan dari Gerobak Bakso Menuju Panggung Inovasi

Purworejo | DETIKREPORTASE.COM – Di sebuah sudut Kecamatan Gebang, tepatnya di Lugosobo, ada sebuah gerobak bakso dan mie ayam sederhana bernama *HaTiga*. Dari gerobak inilah lahir sebuah kisah inspiratif tentang ketekunan seorang guru SMK yang tak pernah berhenti bermimpi. Dialah **Eristyawan Prihartoro, S.T, M.Pd**, guru produktif dari SMK Taman Karya Madya (TKM) Purworejo, yang baru saja mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara dalam ajang **Kompetisi Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2025** yang digelar oleh Baperida Purworejo.Meski setiap sore harus melayani pelanggan bakso dan mie ayam untuk menambah penghasilan keluarga, Eris tidak pernah mengeluh. Justru dari hasil berjualan itulah ia menyisihkan sedikit demi sedikit modal untuk mewujudkan mimpinya: menciptakan alat peraga Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang bisa digunakan siswa untuk memahami teknologi energi terbarukan secara nyata.

Semangatnya membuahkan hasil. Karya PLTMH rancangan Eris berhasil meraih juara kategori umum dalam Krenova 2025. Prestasi ini bukan hanya membanggakan dirinya, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi besar bisa lahir dari tempat sederhana dan dari orang-orang yang tekun bekerja di balik layar.

Inovasi PLTMH: Edukasi Energi Terbarukan yang Dekat dengan Pelajar

Inovasi PLTMH karya Eris bukan sekadar prototype. Ia merancangnya sebagai alat peraga edukatif yang dapat menjelaskan secara langsung bagaimana aliran air dapat menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik. Desainnya dibuat detail, mudah dipahami siswa, dan cocok untuk praktik pembelajaran jurusan teknik instalasi tenaga listrik (TITL) di SMK.Menurut Eris, alat ini dibuat bukan hanya untuk memenangkan kompetisi, tetapi terutama untuk membuka wawasan para pelajar tentang potensi energi lokal di daerah pedesaan.

“Tujuan saya sederhana, agar siswa bisa belajar energi terbarukan tanpa harus pergi jauh ke lokasi PLTA. Mereka bisa melihat prosesnya, memahaminya, dan kelak mampu mengembangkan teknologi ramah lingkungan di daerah masing-masing,” jelasnya.

PLTMH ini sekaligus memperkenalkan konsep energi bersih dan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masa depan Indonesia. Dalam proses pembuatannya, Eris juga melibatkan beberapa siswanya untuk memberi pengalaman langsung tentang perakitan komponen energi mikrohidro.

Dukungan Sekolah dan Harapan untuk Pengembangan Skala Besar

Prestasi Eris tentu tidak dilepaskan dari dukungan lingkungan pendidikan di SMK TKM Purworejo. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah **Ki Murwanto, S.Pd, M.Pd**, yang memberinya ruang bereksperimen, serta Yayasan Tamansiswa Purworejo yang selama ini mendukung inovasi guru dan siswa.Pada malam penganugerahan Kompetisi Krenova 2025, trofi penghargaan diterima oleh Ki Gandung Ngadina, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Yayasan Tamansiswa Purworejo. Penghargaan ini menjadi kado terindah menyambut Hari Guru 2025, sekaligus bentuk apresiasi terhadap dedikasi guru-guru yang berjuang mencerdaskan generasi bangsa dari ruang-ruang kelas hingga ruang praktik.

Eris mengungkapkan harapannya agar PLTMH ini dapat diadopsi oleh lebih banyak sekolah SMK di seluruh Indonesia, terutama untuk menunjang pembelajaran TITL. Bahkan ia bermimpi suatu hari nanti teknologi yang ia kembangkan bisa diterapkan dalam skala besar di Bendungan Bener Purworejo, sebagai sumber energi mikrohidro yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga ingin suatu saat terlibat sebagai tenaga ahli dalam pengembangan sistem pembangkit listrik tenaga air, selaras dengan bidang yang ia tekuni selama bertahun-tahun.

Kisah Ketekunan yang Menjadi Inspirasi

Kisah Eris adalah contoh nyata bahwa inovasi tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari ketekunan dan kemauan untuk belajar tanpa henti. Di tengah jadwal mengajar, membimbing siswa, sekaligus berjualan bakso, ia tetap menyediakan waktu untuk meneliti, merancang, dan melakukan uji coba berulang-ulang.Ia mengorbankan waktu istirahatnya, menabung dari setiap mangkok bakso yang terjual, dan percaya bahwa ilmu harus terus berkembang meski fasilitas terbatas.

“Inilah wujud kecil pengabdian saya sebagai guru. Selama apa yang saya buat bisa bermanfaat bagi siswa dan masyarakat, itu sudah cukup membuat saya bangga,” ucap Eris dengan mata berbinar.

Kemenangan di Krenova 2025 bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga simbol bangkitnya kreativitas guru-guru di daerah. Bahwa dari sekolah-sekolah kecil, dari gerobak-gerobak usaha rumahan, dari tangan-tangan sederhana, lahir ide-ide besar yang mampu memberi manfaat bagi bangsa.

Cerita ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajar di kelas, tetapi juga tentang memberi teladan bagaimana kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah bisa mengubah masa depan.

✍️ Edvin Riswanto | detikreportase.com | Purworejo – Jawa Tengah
DETIKREPORTASE.COM : Inovator Pendidikan, Energi Terbarukan, Masa Depan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250