BeritaRIAU

Gerakan Sosial Ramadan di Pelalawan: Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Salurkan 1 Ton Beras, Seberapa Besar Dampaknya bagi Warga?

574
×

Gerakan Sosial Ramadan di Pelalawan: Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Salurkan 1 Ton Beras, Seberapa Besar Dampaknya bagi Warga?

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Pelalawan M Bakri menyalurkan bantuan beras dan sembako kepada fakir miskin sambut Ramadan.
M. Bakri menyerahkan bantuan beras dan sembako kepada fakir miskin dan kaum duafa di Masjid Al Husni Kampung Baru, Pelalawan.

Bantuan Pangan di Kampung Baru Menjadi Penopang Ketahanan Sosial Menjelang Bulan Suci

PELALAWAN, RİAU – DETİKREPORTASE.COM|Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali menguat di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. M. Bakri, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan yang juga menjabat Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pelalawan serta pengurus Masjid Al Husni Kampung Baru, menyalurkan 1 ton beras dan paket sembako kepada fakir miskin dan kaum duafa.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar kolektif antara wakil rakyat dan lembaga keagamaan untuk memastikan masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan tetap dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat. Dalam konteks meningkatnya kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan, bantuan pangan seperti ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, M. Bakri menegaskan bahwa pembagian sembako tersebut merupakan wujud nyata dari kepedulian dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Kegiatan pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar kita bersama untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, apalagi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia juga berharap agar bantuan tersebut, meskipun nilainya terbatas, tetap membawa manfaat, rasa aman, dan kebahagiaan bagi para penerima.

Di tengah tekanan biaya logistik dan perubahan dunia kerja, UMKM Indonesia dituntut beradaptasi dengan dua hal utama: teknologi dan efisiensi distribusi.

Transformasi ini juga tercermin dalam perubahan lanskap kerja akibat kecerdasan buatan

Baca selengkapnya di sini :
https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/

 

Peran Masjid dan Wakil Rakyat dalam Menjaga Ketahanan Sosial Warga

Penyaluran bantuan dilakukan oleh pengurus Masjid Al Husni Kampung Baru bersama para relawan, dengan mekanisme pendataan agar bantuan tepat sasaran. Sebanyak 1 ton beras serta berbagai kebutuhan pokok lainnya disalurkan kepada warga yang masuk dalam kategori fakir miskin dan kaum duafa di wilayah sekitar.

Masjid, dalam konteks ini, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan solidaritas sosial. Ketika masjid bersinergi dengan wakil rakyat, maka fungsi sosial dari lembaga keagamaan dan lembaga politik dapat bertemu dalam satu titik: melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.

Menurut M. Bakri, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat. Bantuan yang disalurkan bukan hanya tentang nilai ekonominya, tetapi tentang pesan bahwa negara dan para pemimpinnya hadir di tengah kesulitan warga.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi kita bersama,” katanya.

 

Ramadan dan Tantangan Ekonomi Rumah Tangga Rentan

Bagi banyak keluarga kurang mampu, Ramadan sering kali menjadi periode yang penuh tantangan. Kebutuhan konsumsi cenderung meningkat, sementara kemampuan ekonomi tidak selalu sejalan. Dalam situasi seperti ini, bantuan pangan menjadi salah satu bentuk intervensi sosial yang paling langsung dirasakan manfaatnya.

Di tingkat lokal, program-program bantuan berbasis komunitas seperti yang dilakukan di Kampung Baru ini berperan penting dalam mencegah munculnya kerentanan sosial yang lebih luas. Dengan tersedianya beras dan kebutuhan pokok, keluarga penerima dapat mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk kebutuhan lain seperti pendidikan anak atau biaya kesehatan.

M. Bakri mengajak para penerima bantuan untuk tetap bersyukur dan menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan.

Ia berharap seluruh warga Pelalawan dapat menyambut bulan suci dengan kondisi yang lebih tenang, tanpa harus dibayangi kecemasan akan kebutuhan pokok.

 

Dampak Sosial dan Makna Kebijakan di Tingkat Akar Rumput

Di luar nilai materinya, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang bagaimana kebijakan sosial tidak selalu harus hadir dalam bentuk program besar yang rumit. Aksi nyata di tingkat komunitas, jika dilakukan secara konsisten dan tepat sasaran, justru sering kali memberikan dampak yang lebih terasa.

Keterlibatan seorang Wakil Ketua DPRD dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa fungsi representasi politik dapat berjalan berdampingan dengan kerja-kerja sosial. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi politik, karena masyarakat dapat melihat langsung manfaat dari kehadiran wakil mereka.

Dengan pendekatan seperti ini, bantuan sosial tidak hanya menjadi alat distribusi sumber daya, tetapi juga sarana membangun kohesi sosial dan rasa saling percaya di tengah masyarakat.

Bagi para penerima, bantuan 1 ton beras dan sembako yang disalurkan menjelang Ramadan ini diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang.

✍️ Tim Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Kepedulian dan Kesejahteraan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250