Sinergi TP PKK dan DISARPUS Sikka Perkuat Budaya Baca Masyarakat
MAUMERE, SIKKA | DETIKREPORTASE.COM – Penguatan budaya literasi kembali menjadi perhatian di daerah. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka menggelar rapat koordinasi guna mempertegas peran Bunda Literasi dalam membangun masyarakat pembelajar yang cerdas dan bijak.
Rapat berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sikka, Jalan El Tari No. 1 Maumere, dan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sikka yang juga Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, serta Kepala DISARPUS Kabupaten Sikka, Very Awales.
Turut hadir jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sikka, antara lain Ny. Lilis Umbu Sasa dan Ibu Erny. Dari unsur DISARPUS hadir Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Afridus Yosef Sudarso, S.Sos, Jafung Bidang Pengembangan Perpustakaan Brigida DN Mendoca, SE, serta Jafung Bidang Pengelolaan Perpustakaan Mikhaelis Susilawati Sika.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem literasi keluarga, sekolah, dan komunitas masyarakat di Kabupaten Sikka.
Peran Bunda Literasi Dinilai Strategis Bangun Generasi Kritis
Kepala DISARPUS Sikka, Very Awales, menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi digital, dan membangun karakter generasi muda.
“Literasi adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Peran Bunda Literasi sangat strategis dalam menggerakkan budaya membaca sejak usia dini, terutama di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun budaya baca yang berkelanjutan. Perpustakaan desa dan sekolah perlu diperkuat, sekaligus didukung oleh kader-kader PKK sebagai agen literasi di tingkat keluarga.
Sementara itu, Ny. Fista Sambuari Kago menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong gerakan literasi melalui program-program keluarga dan komunitas.
“Kita ingin masyarakat Sikka menjadi masyarakat pembelajar, yang gemar membaca dan mampu memanfaatkan informasi secara cerdas dan bijak. PKK siap menjadi mitra strategis DISARPUS dalam membangun budaya literasi dari rumah,” ungkapnya.
Literasi dan Kerangka Hukum Nasional
Penguatan budaya literasi juga sejalan dengan upaya nasional dalam membangun masyarakat yang sadar hukum dan kritis terhadap informasi. Pemahaman terhadap regulasi dan tanggung jawab warga negara menjadi bagian dari literasi kewargaan yang semakin penting di era digital.
Dalam konteks ini, masyarakat dapat memahami bagaimana pembaruan regulasi nasional berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Literasi yang kuat diyakini mampu membangun masyarakat yang tidak mudah terpengaruh informasi keliru serta lebih bijak dalam menyikapi isu publik. Hal ini menjadi penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Secara nasional, berbagai dinamika tata kelola publik menunjukkan bahwa transparansi dan partisipasi masyarakat sangat dipengaruhi tingkat literasi warga.
Untuk melihat gambaran dinamika penegakan hukum dan tata kelola di Indonesia, pembaca dapat menelusuri laporan berikut:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Kolaborasi Program: Dari Perpustakaan Desa hingga Kader PKK
Rapat koordinasi menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya penguatan kampanye gemar membaca, optimalisasi perpustakaan desa dan sekolah, serta pelibatan kader PKK sebagai agen literasi di tingkat keluarga.
Langkah ini dinilai strategis mengingat keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membangun kebiasaan membaca anak. Dengan keterlibatan kader PKK, gerakan literasi diharapkan menjangkau hingga tingkat dusun dan RT.
Upaya memperkuat literasi daerah juga dapat dilihat sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sejumlah persoalan tata kelola di berbagai sektor menunjukkan pentingnya masyarakat yang cerdas dan kritis dalam mengawal kebijakan publik.
Sebagai refleksi tata kelola nasional di sektor lain, pembaca dapat melihat laporan berikut:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Melalui sinergi TP PKK dan DISARPUS, Kabupaten Sikka diharapkan mampu memperkuat budaya literasi secara berkelanjutan. Pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan berkarakter menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.
Gerakan literasi bukan hanya program seremonial, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas generasi mendatang.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Membangun SDM Cerdas dari Literasi





