BeritaRIAU

Duduk di Tikar, Warga Lima Desa Menumpahkan Keluh Kesah pada H. M. Bakri, Sejauh Mana Mereka Didengar?

533
×

Duduk di Tikar, Warga Lima Desa Menumpahkan Keluh Kesah pada H. M. Bakri, Sejauh Mana Mereka Didengar?

Sebarkan artikel ini
Warga Pangkalan Kuras menerima bantuan sembako dari H. M. Bakri Ketua DPD PAN Pelalawan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap ketahanan ekonomi masyarakat jelang Ramadan.
Warga Kecamatan Pangkalan Kuras menyambut hangat kehadiran H. M. Bakri, Wakil Ketua DPRD Pelalawan sekaligus Ketua DPD PAN Pelalawan, saat penyaluran bantuan sembako yang dinilai sangat membantu meringankan beban kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Dari ruang tamu sederhana hingga balai desa, suara warga mengalir menjelang Ramadan

PANGKALAN KURAS, PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM —

Tidak ada panggung dan tidak ada protokoler yang kaku. Hanya tikar yang digelar di lantai rumah warga dan balai desa. Di sanalah, Selasa (17/2/2026), warga dari lima desa di Kecamatan Pangkalan Kuras berkumpul menyambut kehadiran H. M. Bakri, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pelalawan.

Bagi warga Desa Batang Kulim, Betung, Kesuma, Tanjung Beringin, dan Talau, momen ini terasa berbeda. Bukan sekadar menerima paket sembako, tetapi karena mereka bisa duduk sejajar, berbicara langsung, dan menyampaikan cerita hidup yang selama ini jarang sampai ke meja kebijakan.

 

“Kami merasa dihargai, bukan hanya dibantu”

Di Desa Batang Kulim, Darsini (64) dan Adi Suharto (75) menerima bantuan sambil menyampaikan rasa terima kasih mereka.

“Bukan cuma sembako, Pak Bakri datang dan mendengar kami. Itu yang membuat kami merasa dihargai,” ujar Darsini.

Adi menambahkan bahwa bagi warga lansia, kunjungan seperti ini memberi rasa diakui. “Kadang kami merasa jauh dari pemerintah. Hari ini kami merasa dekat,” katanya.

Di Desa Betung, Sutomo (83) dan Sumarni (60) juga menyampaikan hal serupa. “Kami senang Pak Bakri mau datang langsung ke rumah-rumah warga. Bantuan ini membantu, tapi perhatian itu yang paling berarti,” ucap Sumarni.

Desa Kesuma menampilkan sisi lain. Roudah (53) dan Jeilyah (60) menyampaikan persoalan jalan rusak dan biaya angkut kebun yang mahal. Meski demikian, mereka mengapresiasi cara Bakri datang tanpa jarak.

“Setidaknya sekarang kami tahu keluhan kami sudah didengar langsung,” ujar Jeilyah.

Di tengah tekanan biaya logistik dan perubahan dunia kerja, UMKM Indonesia dituntut beradaptasi dengan dua hal utama: teknologi dan efisiensi distribusi.

Transformasi ini juga tercermin dalam perubahan lanskap kerja akibat kecerdasan buatan.

Simak artikelnya disini:
https://detikreportase.com/gemini-ai-mengubah-dunia-kerja-di-jakarta-ancaman-atau-peluang-bagi-pekerja-indonesia/

 

Dari Desa kecil dalam pusaran ekonomi besar

Warga Pangkalan Kuras mungkin tidak berbicara tentang kecerdasan buatan atau transformasi digital, tetapi mereka merasakan dampaknya secara nyata. Ketika biaya hidup naik dan akses pasar terbatas, desa menjadi pihak yang paling rentan.

Data Kecamatan Pangkalan Kuras Dalam Angka 2023 menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki desa-desa yang berjauhan dan infrastruktur yang belum merata. Hal itu menjelaskan mengapa jalan kebun, distribusi hasil tani, dan biaya angkut selalu menjadi keluhan utama.

Sementara itu, tantangan biaya usaha UMKM masih sangat dipengaruhi oleh tata kelola BBM dan distribusi nasional.

Baca selengkapnya di sini :
https://detikreportase.com/distribusi-bbm-dan-bbm-subsidi-di-bawah-sorotan-publik-antara-kepentingan-negara-hak-konsumen-dan-tantangan-pengawasan/

“Kami berharap ini bukan yang terakhir”

Di Desa Tanjung Beringin dan Talau, warga menyampaikan terima kasih kepada Bakri atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.

“Bantuan ini sangat membantu kami menjelang Ramadan. Semoga Pak Bakri bisa terus memperjuangkan desa kami,” ujar Sapriadi, salah satu tuan rumah di Desa Talau.

H.Bakri sendiri menegaskan bahwa masukan warga akan menjadi bahan penting dalam pembahasan kebijakan ekonomi dan pembangunan di DPRD. Namun bagi warga, yang paling berharga adalah kenyataan bahwa ada pejabat yang mau datang dan duduk bersama mereka.

 

Ketika rasa terima kasih bertemu harapan

Duduk di tikar, berbagi cerita, dan menerima paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga lima desa di Pangkalan Kuras, momen ini menghadirkan rasa dihargai dan harapan baru.

“Bantuan ini menghangatkan hati kami,” kata Darsini. “Kami hanya berharap perhatian seperti ini terus ada.”

Ramadan akan segera tiba. Bersamanya, doa warga desa mengalir: semoga suara mereka tidak hanya didengar hari ini, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar mengubah kehidupan mereka.

✍️ Tim DetikReportase | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Suara Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250