Warisan Budaya Sikka Didorong Masuk Kurikulum Sekolah
SIKKA, NTT – detikreportase.com – Aula SMAN 1 Maumere menjadi saksi lahirnya sebuah karya penting bagi dunia pendidikan Kabupaten Sikka, Jumat, 8 Agustus 2025. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, secara resmi meluncurkan buku muatan lokal berjudul “Tenun Ikat, Bahasa, dan Budaya Sikka” yang diperuntukkan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Buku ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka dengan Penerbit Airlangga, serta melibatkan para budayawan, penulis lokal, dan guru-guru berpengalaman. Kehadirannya diharapkan menjadi panduan belajar sekaligus media pelestarian warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
—
Kerja Sama Lintas Pihak Wujudkan Buku Muatan Lokal
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka Germanus Goleng, S.Sos, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Even Edomeko, S.Fil, Kepala Dinas Kominfo Awales Syukur, S.Sos, M.Th, Asisten Manajer Penerbit Airlangga wilayah Flores bagian tengah-timur dan Lembata, tim penulis, pengawas sekolah, kepala sekolah, para guru, budayawan Sikka, hingga perwakilan komunitas Sikka Pedia Nyong Franco.
Mengawali sambutan, Germanus Goleng menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.
> “Buku ini adalah wujud nyata upaya kita dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur melalui dunia pendidikan, dan menjadi muatan lokal wajib di Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerbitan buku ini tidak hanya menjadi dokumen pembelajaran, tetapi juga simbol keseriusan daerah dalam merawat identitas budaya.
—
Pesan Bupati: Budaya adalah Kekuatan yang Harus Dijaga
Dalam kesempatan itu, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menekankan pentingnya melestarikan kekayaan budaya Sikka yang meliputi bahasa, ritus, dan nilai kearifan lokal.
> “Kabupaten Sikka memiliki kekayaan budaya, bahasa, ritus, dan nilai-nilai kearifan lokal yang tidak ternilai. Ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras semua tim penulis, budayawan, dan pihak-pihak yang telah terlibat dalam penyusunan buku ini,” ungkapnya.
Bupati berharap agar buku ini dimanfaatkan secara optimal di seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sikka. Ia juga mendorong integrasi nilai budaya ke dalam semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
—
Inovasi Pembelajaran: Satu Hari Bahasa Daerah
Salah satu gagasan penting yang disampaikan Bupati adalah penetapan satu hari khusus dalam seminggu di seluruh sekolah untuk penggunaan bahasa daerah.
> “Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan menetapkan satu hari dalam seminggu sebagai hari penggunaan bahasa daerah di sekolah-sekolah se-Kabupaten Sikka,” tegasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap generasi muda tidak hanya mengenal bahasa ibu mereka, tetapi juga menggunakannya secara aktif sehingga tetap hidup dan berkembang.
—
Peluncuran buku “Tenun Ikat, Bahasa, dan Budaya Sikka” ini diharapkan menjadi tonggak awal untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya di daerah, sekaligus memperkenalkan warisan leluhur Sikka kepada generasi penerus.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – NTT
DETIKREPORTASE.COM : Pendidikan dan Pelestarian Budaya Lokal





