Bupati Sikka Pastikan Bupati Sikka Cup ,Kembali Digelar Tahun 2026, Jadi Ajang Cetak Bibit Unggul Sepakbola
Turnamen 31 Hari, Wujud Kebangkitan Sepakbola Sikka
SIKKA | DETIKREPORTASE.COM – Gemuruh sorakan penonton dan semangat sportivitas yang membara mewarnai penutupan Turnamen Bupati Sikka Cup I Tahun 2025 di Stadion Gelora Samador, Maumere, pada Minggu (3/8/2025). Setelah berlangsung selama 31 hari, turnamen ini bukan hanya menjadi ajang unjuk gigi para pesepakbola lokal, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan olahraga di Kabupaten Sikka.
Pertandingan final yang mempertemukan PS Alok versus PS Alok Timur B menjadi sajian puncak yang disaksikan ribuan pasang mata dari penjuru Sikka. Sejumlah tokoh penting hadir langsung memberikan dukungan, di antaranya Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi, Kapolres Sikka, Danlanal Maumere, perwakilan Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Sikka, Sekretaris KONI Marten Luther Adji, SE, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama, termasuk Pastor Paroki St. Gabriel Waioti, RD. Laurensius Noi, Pr.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa sepakbola kembali menjadi panggung prestasi dan pemersatu di Bumi Sikka.
Bupati Juventus: Sikka Pernah Jaya, Saatnya Kita Bangkit Lagi
Dalam sambutannya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH menegaskan bahwa Bupati Sikka Cup bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan bagian dari misi besar pemerintah daerah untuk membangun karakter generasi muda dan mengembalikan kejayaan Sikka di dunia sepakbola.
> “Kabupaten Sikka pernah dikenal sebagai lumbung atlet sepakbola berbakat. Kita harus kembalikan kejayaan itu dengan menyelenggarakan pertandingan-pertandingan yang kompetitif dan melibatkan masyarakat luas,” tegas Bupati Juventus.
Ia pun mengumumkan bahwa Turnamen Bupati Sikka Cup akan kembali digelar tahun 2026, sebagai bentuk komitmen Pemda dalam melanjutkan pembinaan dan regenerasi atlet daerah. Menurutnya, antusiasme masyarakat dan semangat peserta menjadi bukti bahwa sepakbola masih hidup dan dicintai oleh warga Sikka.
> “Even ini menjadi bukti nyata bahwa sepakbola masih menjadi denyut kehidupan masyarakat kita. Kita harus rawat dan kembangkan bersama,” tambahnya.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada panitia, aparat keamanan, tenaga kesehatan, jurnalis lokal, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini secara sukses dan aman.
Ajang Pencarian Bibit Unggul Menuju Tingkat Nasional
Turnamen ini mendapat perhatian serius dari berbagai elemen olahraga daerah. Sekretaris KONI Kabupaten Sikka, Marten Luther Adji, SE, menyebut bahwa kompetisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembinaan atlet lokal.
> “Turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah seleksi alamiah untuk menemukan bibit unggul sepakbola yang bisa kita siapkan menghadapi event di tingkat regional bahkan nasional,” ujarnya.
Menurut Marten, dari Bupati Sikka Cup inilah akan lahir nama-nama baru yang dapat mengisi skuad Kabupaten Sikka dalam ajang Pra-PON, Porprov, dan berbagai turnamen antar-daerah. Ia pun mengajak seluruh klub dan pelatih untuk terus membina pemain muda secara berkesinambungan.
> “Kita harus punya sistem pelatihan berjenjang, jangan berhenti di satu event. Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita konsisten memolesnya,” katanya optimis.
KONI juga berjanji akan mendorong dukungan logistik dan pendanaan yang lebih terencana ke depan, agar sepakbola Sikka benar-benar bisa menjadi kekuatan utama olahraga daerah.
Dukungan Lintas Sektor: Pemerintah, Swasta, dan Gereja Turun Tangan
Kemeriahan Bupati Sikka Cup tak lepas dari sinergi banyak pihak. Turnamen ini tak hanya disokong oleh anggaran pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari kalangan swasta seperti Bank NTT, Pelindo Maumere, dan Telkomsel, yang turut menyumbang dalam bentuk sponsor dan fasilitas.
Bahkan unsur gereja dan tokoh agama pun aktif terlibat dalam menyemangati anak-anak muda agar menjadikan olahraga sebagai sarana membangun disiplin dan solidaritas. Pastor RD. Laurensius Noi, Pr. menyampaikan bahwa lapangan bola juga bisa menjadi medan pembentukan karakter iman dan tanggung jawab.
Penutupan turnamen ditandai dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada tim juara, serta digelarnya selebrasi yang menyatukan seluruh elemen masyarakat. Para pemain, pelatih, orang tua, dan penonton larut dalam kegembiraan, menyambut lahirnya talenta-talenta baru yang siap mengangkat nama Sikka lebih tinggi.
Bupati Juventus menutup sambutannya dengan harapan besar agar ajang ini menjadi awal dari kebangkitan olahraga secara menyeluruh.
> “Sepakbola adalah cermin semangat kita sebagai masyarakat. Kalau kita bisa kompak dan berjuang di lapangan, kita juga bisa membangun Sikka yang lebih maju dan sejahtera bersama-sama,” pungkasnya.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Sepakbola Bangkit, Generasi Unggul, Sikka Hebat!





