BeritaRIAU

Bupati Pelalawan Hadiri Launching Relokasi dan Pemulihan Kawasan TN Tesso Nilo di Ukui

549
×

Bupati Pelalawan Hadiri Launching Relokasi dan Pemulihan Kawasan TN Tesso Nilo di Ukui

Sebarkan artikel ini

Komitmen Bersama Pulihkan Kawasan Strategis Nasional

PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Bupati Pelalawan H. Zukri, SE menghadiri Launching Relokasi dan Pemulihan Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang digelar di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan kawasan konservasi strategis nasional yang selama ini menghadapi berbagai tekanan ekologis dan sosial.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Kehadiran langsung Bupati Pelalawan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pemulihan kawasan hutan, sekaligus memastikan proses relokasi berjalan dengan memperhatikan aspek kemanusiaan dan keadilan sosial.
Acara diawali dengan penyerahan tahap pertama sertifikat hak atas tanah masyarakat yang berada di dalam kawasan TNTN untuk dilepaskan kepada negara. Penyerahan ini menjadi bagian dari proses penyelesaian persoalan legalitas lahan yang selama ini menjadi sumber konflik di kawasan taman nasional.

Penyerahan Perhutanan Sosial untuk Relokasi Warga

Dalam rangka relokasi masyarakat dari kawasan TNTN, pemerintah juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial berupa Hutan Kemasyarakatan (HKM) kepada tiga kelompok masyarakat. Total luasan area yang diberikan mencapai 633,78 hektare dan mencakup 227 kepala keluarga.
Program perhutanan sosial ini dirancang sebagai solusi berkelanjutan agar masyarakat memiliki kepastian hukum dalam berusaha di luar kawasan konservasi. Dengan skema HKM, masyarakat diharapkan dapat mengelola hutan secara legal, produktif, dan ramah lingkungan tanpa merusak fungsi ekologis kawasan.
Relokasi ini tidak hanya dimaknai sebagai pemindahan fisik, tetapi juga sebagai upaya membangun kehidupan baru yang lebih tertata, sejahtera, dan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.

Pemerintah Pusat Tegaskan Pendekatan Dialog dan Rekonsiliasi

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D dalam sambutannya menegaskan bahwa launching relokasi dan pemulihan kawasan TNTN merupakan simbol rekonsiliasi antara negara dan masyarakat. Menurutnya, negara hadir untuk menyelesaikan persoalan kehutanan melalui pendekatan dialogis, persuasif, dan berbasis keadilan.
Ia menyampaikan bahwa pemulihan fungsi Taman Nasional Tesso Nilo tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus berjalan seiring dengan pemberian kepastian hukum bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat berusaha secara aman dan berkelanjutan di luar kawasan konservasi.
“Pemulihan taman nasional harus dibarengi dengan solusi yang manusiawi. Negara hadir bukan untuk menyingkirkan rakyat, tetapi untuk menata kembali agar hutan pulih dan masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” tegas Menteri Kehutanan.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pemulihan Berkelanjutan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa relokasi dan pemulihan kawasan TNTN bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menekankan bahwa program ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memulihkan kawasan strategis nasional berbasis data, hukum, dan rasa keadilan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum menjadi kunci utama agar relokasi dapat berjalan tuntas dan pemulihan ekosistem berlangsung secara berkelanjutan.
“Kawasan Tesso Nilo adalah aset ekologis yang sangat penting. Upaya pemulihan harus dilakukan secara serius, terukur, dan melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penebangan tanaman sawit secara simbolis menggunakan alat berat excavator, sebagai penanda dimulainya proses pemulihan kawasan. Setelah itu, seluruh stakeholder melakukan penanaman pohon sebagai simbol rehabilitasi ekosistem hutan.

Bupati Pelalawan Tanam Pohon Pulai Endemik Lokal

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Pelalawan H. Zukri, SE turut melakukan penanaman pohon pulai, salah satu tanaman endemik lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Bupati Zukri menegaskan bahwa pemulihan kawasan hutan TNTN harus memberikan manfaat nyata, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Ia menyampaikan bahwa upaya menjaga dan memulihkan hutan tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan rakyat.
“Hutan harus kita pulihkan dan rakyat harus kita sejahterakan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita memulihkan hutan dari berbagai bencana yang telah terjadi. Semua ciptaan Tuhan harus kita jaga dan sayangi, baik hutan, satwa, maupun manusia,” ujar Bupati.
Ia berharap pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang, sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Pelalawan.

Pejabat Nasional Hadiri Kegiatan Strategis

Kegiatan launching relokasi dan pemulihan kawasan TNTN ini turut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang H. Osi Dermawan, Tenaga Ahli Jaksa Agung RI Dr. Barita Simanjuntak, serta Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto.
Hadir pula Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, S.I.K, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Sutikno, SH, MH, Dirjen KSDAE Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani, Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN Ilyas Tedjo Prijono, SH, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto, serta Komandan Satgas Garuda PKH Mayjen TNI Dodi Triwinarto.
Kehadiran lintas kementerian dan lembaga ini menunjukkan kuatnya dukungan terhadap program relokasi dan pemulihan kawasan TNTN sebagai agenda nasional yang strategis.
✍️ Diky hr| detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Pemulihan Hutan, Keadilan Sosial, dan Masa Depan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250