BeritaJawa Tengah

“Bupati Ngantor Nang Desa”, Syamsul Auliya Turun Gunung Dengarkan Suara Warga Dayeuhluhur!

359
×

“Bupati Ngantor Nang Desa”, Syamsul Auliya Turun Gunung Dengarkan Suara Warga Dayeuhluhur!

Sebarkan artikel ini

CILACAP |DETIKREPORTASE.COM–

Suasana berbeda menyelimuti Balai Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kamis (15/5/2025). Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, tak sekadar hadir untuk rapat. Kali ini, ia benar-benar “ngantor” di desa. Bupati turun langsung dari kursi kekuasaan, membaur bersama aparat kecamatan dan masyarakat, mendengar keluh kesah mereka tanpa jarak.

Dalam momen yang dikemas lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Aparat Pemerintah Kecamatan Dayeuhluhur, hadir pula jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, camat, kapolsek, kepala desa, serta tokoh masyarakat. Tapi bukan cuma soal formalitas. Kali ini ada energi baru: interaksi langsung dan jujur.

“Kami Butuh Didengar” — Warga Antusias Sampaikan Aspirasi

Warga Dayeuhluhur memanfaatkan kesempatan emas ini untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi: mulai dari akses infrastruktur, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Suasana dialog cair, penuh kehangatan. Bupati Syamsul mendengarkan setiap suara dengan seksama, mencatat satu per satu aspirasi, lalu merespons dengan solusi yang konkret.

“Melalui program ini, saya bisa tahu langsung bagaimana kondisi nyata di bawah. Bukan hanya dengar laporan di meja saja,” ujar Bupati Syamsul.

Sinergi Pemerintah Diperkuat, Rakor Jadi Ruang Strategis

Rakor ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan menyatukan langkah ke depan. Bupati mengajak seluruh aparatur untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, menghindari tumpang tindih kebijakan, dan memperkuat pelayanan publik yang menyentuh langsung masyarakat.

“Kita ingin sinergi dari atas sampai bawah. Visi harus sama, langkah harus seirama. Kalau satu mandek, semuanya bisa terganggu,” tegasnya.

Ngantor di Desa, Tak Hanya Simbolik

Program “Bupati Ngantor Nang Desa” bukan sekadar seremoni. Ini bentuk nyata kehadiran pemimpin yang tak ingin terjebak di balik meja. Bupati benar-benar membawa kantor ke tengah-tengah rakyat. Masyarakat merasa didengarkan, aparat desa merasa diperhatikan, dan pembangunan jadi terasa lebih nyata.

Warga menilai, kehadiran bupati membawa semangat baru.

“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Bupati bukan cuma jadi tamu, tapi bagian dari kami,” ungkap seorang perangkat desa.

Dari Desa, Cilacap Dibangun

Langkah berani Syamsul Auliya Rachman ini menghidupkan semangat gotong royong yang mulai redup. Dari desa, visi Cilacap yang lebih maju, adil, dan sejahtera mulai dibangun.

Kegiatan di Dayeuhluhur membuktikan: pemerintah yang hadir dan mendengar, adalah pemerintah yang dicintai.

✍️ Asep Saepudin | Detikreportase.com – Cilacap

DETIKREPORTASE.COM – Suara Tegas, Sorot Kritis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250