Komitmen bersama dorong keterbukaan dan transparansi
PONTIANAK | DETIKREPORTASE.COM – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan webinar bertajuk penguatan akses informasi publik, yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BPM bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Kalimantan Barat (PWK).Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi dan diskusi untuk mendorong keterbukaan informasi publik, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak memperoleh informasi dari badan publik. Webinar ini menjadi salah satu langkah konkret BPM Kalbar dan PWK dalam memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas di Kalimantan Barat.
Ketua DPP BPM, Gusti Edy, dalam keterangannya pada Jumat (19/12/2025), menyampaikan bahwa akses terhadap informasi publik merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, media, serta lembaga swadaya masyarakat.
“Informasi publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat, media, dan NGO. Selain sebagai bahan informasi, keterbukaan ini juga menjadi instrumen penting dalam pengawasan publik agar pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berkualitas,” ujar Gusti Edy.
Akses informasi sebagai fondasi good governance
Menurut Gusti Edy, keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif pemerintah, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan, sekaligus melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan publik.Ia menilai bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan pemahaman di masyarakat terkait hak atas informasi publik. Padahal, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik telah memberikan jaminan hukum bagi warga negara untuk mengakses informasi yang dikelola oleh badan publik.
“BPM Kalbar memandang akses informasi sebagai hak dasar warga. Ketika masyarakat memahami haknya, maka partisipasi publik akan semakin kuat dan kualitas pembangunan daerah pun meningkat,” katanya.
Gusti Edy menambahkan, BPM Kalbar akan terus mendorong kolaborasi dengan insan pers, akademisi, serta elemen masyarakat sipil lainnya guna memperluas literasi informasi publik. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar semangat transparansi tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Peran strategis pers dalam pengawasan publik
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Kalimantan Barat (PWK), Verry Liem, menyambut baik kolaborasi antara BPM Kalbar dan PWK dalam penyelenggaraan webinar tersebut. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran pers dalam mendorong akuntabilitas publik.Menurut Verry, media memiliki fungsi penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun, peran tersebut akan semakin optimal apabila didukung oleh masyarakat yang memiliki literasi informasi yang memadai.
“Sinergi antara organisasi masyarakat dan insan pers sangat penting untuk memperluas pemahaman publik mengenai keterbukaan informasi. Media akan lebih kuat dalam menjalankan fungsi kontrol sosial jika masyarakat juga memahami hak atas informasi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa wartawan dan insan pers perlu terus memperkaya pemahaman tentang regulasi keterbukaan informasi publik agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berimbang, dan bertanggung jawab.
Webinar edukatif dan terbuka untuk umum
Webinar penguatan akses informasi publik ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 23 Desember 2025 secara daring. Untuk menjangkau peserta yang lebih luas, kegiatan tersebut juga akan dipadukan dengan siaran langsung melalui platform TikTok.Panitia memastikan bahwa kegiatan ini dapat diikuti secara gratis oleh berbagai kalangan, mulai dari wartawan, jurnalis, aktivis LSM, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap isu keterbukaan informasi publik.
“Melalui webinar ini kita dapat belajar dan menambah ilmu pengetahuan dari sumber yang kompeten, agar dapat kita implementasikan di lapangan,” ujar Verry Liem.
Ia juga mengajak seluruh insan pers, jurnalis, wartawan, serta elemen masyarakat sipil untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang akses informasi publik akan membantu berbagai pihak dalam menjalankan perannya masing-masing secara lebih efektif dan berintegritas.
“Mari jangan sampai ketinggalan momen penting ini, khususnya bagi kita yang berprofesi sebagai insan pers, jurnalis atau wartawan, juga LSM,” pungkasnya.
Mendorong masyarakat sadar hak atas informasi
Melalui kegiatan webinar ini, BPM Kalbar dan PWK berharap masyarakat semakin menyadari bahwa hak atas informasi publik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Informasi yang terbuka dan mudah diakses diyakini mampu mencegah praktik-praktik penyalahgunaan wewenang, sekaligus mendorong pelayanan publik yang lebih baik.Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif bahwa keterbukaan informasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana perbaikan bersama demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan insan pers, BPM Kalbar dan PWK optimistis budaya transparansi di Kalimantan Barat akan semakin menguat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah ke depan.
✍️ Tim | detikreportase.com | Pontianak – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Keterbukaan Informasi untuk Demokrasi Berkualitas





