BeritaRIAU

Aksi Sosial Ramadan di Pelalawan| Bukber dan Santunan 1.125 Warga di Mushollah Fishabilillah PKDP Sorek, Mampukah Perkuat Kepedulian Sosial?

512
×

Aksi Sosial Ramadan di Pelalawan| Bukber dan Santunan 1.125 Warga di Mushollah Fishabilillah PKDP Sorek, Mampukah Perkuat Kepedulian Sosial?

Sebarkan artikel ini
h muhamad yusuf bukber santunan pkdp sorek pelalawan 2026
H. Muhamad Yusuf bersama panitia dan warga saat kegiatan buka puasa bersama dan penyaluran santunan di Musholla Fisabilillah Kampung Melati, Sorek.

Agenda Besar Silaturahmi PKDP Sorek Dipimpin H. Muhamad Yusuf

PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan santunan yang digelar di Musholla Fisabilillah Kampung Melati, Sorek, Rabu (18/03/2026), berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan. Agenda ini menjadi salah satu kegiatan sosial terbesar di wilayah tersebut selama Ramadan, dengan melibatkan ratusan warga dan puluhan panitia.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB ini dipimpin langsung oleh tokoh masyarakat sekaligus penggerak utama, H. Muhamad Yusuf. Sosoknya dinilai memiliki peran strategis dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus PKDP Sorek, donatur, hingga warga penerima manfaat.

Total penerima santunan dalam kegiatan ini di perkirakan mencapai 1.125 orang. Rinciannya terdiri dari 25 anak yatim dan sekitar 1.100 fakir miskin, dhuafa, serta janda yang berada di lingkungan Musholla Fisabilillah dan sekitarnya. Jumlah tersebut menunjukkan skala kegiatan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.

Dalam perspektif sosial, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa kekuatan komunitas lokal masih memiliki peran penting dalam menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat, terutama di momen keagamaan seperti Ramadan.

Dalam konteks tanggung jawab sosial dan tata kelola kegiatan publik, masyarakat juga mulai menaruh perhatian pada transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan sosial. Hal ini sejalan dengan penguatan regulasi hukum nasional yang semakin menekankan tanggung jawab setiap pihak dalam aktivitas publik.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

H. Muhamad Yusuf: Kebersamaan Adalah Kekuatan Umat

Dalam keterangannya, H. Muhamad Yusuf menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Kegiatan ini adalah wujud kebersamaan kita semua. Dengan saling berbagi, kita memperkuat persaudaraan dan kepedulian antar sesama warga,” ujar H. Muhamad Yusuf di hadapan para peserta.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut, mulai dari panitia, pengurus musholla, hingga para donatur yang telah memberikan dukungan baik secara materi maupun tenaga.

Menurutnya, sinergi antara tokoh masyarakat dan warga merupakan fondasi utama dalam membangun kegiatan sosial yang berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas.

Fenomena kepemimpinan berbasis komunitas seperti yang ditunjukkan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan sosial di tingkat lokal. Dalam banyak kasus di Indonesia, tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi penghubung antara warga dan berbagai kepentingan publik.

 

Panitia: Kekompakan Warga Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari kerja keras panitia yang bekerja secara kolektif, seperti Arman, Nurazman, Yuvendri.

Salah satu panitia, Arman, menyampaikan bahwa kekompakan menjadi faktor utama terselenggaranya acara dengan baik.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama arahan dan kepemimpinan H. Muhamad Yusuf yang membuat kegiatan ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Menurut Arman, antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kebersamaan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi sosial ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan bahkan ditingkatkan cakupannya di masa mendatang. Dengan perencanaan yang lebih matang dan dukungan yang lebih luas, kegiatan sosial seperti ini diyakini mampu memberikan dampak yang lebih signifikan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarwarga. Tidak hanya berbagi secara materi, tetapi juga membangun rasa saling peduli dan empati di tengah masyarakat.

 

Doa Bersama dan Harapan untuk Keberlanjutan

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Buya Rahmad Hidayat Nasution yang memandu doa bersama sebelum berbuka puasa. Suasana penuh kekhusyukan terasa saat seluruh peserta larut dalam doa yang dipanjatkan.

Doa tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sebelum memasuki momen buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta, baik panitia maupun penerima santunan.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan sosial seperti ini juga memiliki relevansi dengan berbagai isu nasional, termasuk tata kelola bantuan dan distribusi kesejahteraan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan menjadi kata kunci yang terus didorong dalam berbagai program sosial di Indonesia.

https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Sejumlah penerima santunan juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Mereka menilai kegiatan ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan semangat dan perhatian di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga kebaikan H. Muhamad Yusuf dan semua pihak dibalas oleh Allah SWT,” ujar salah satu penerima.

Dengan skala kegiatan yang besar dan dampak sosial yang luas, bukber dan santunan di Sorek ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun solidaritas masyarakat. Pertanyaannya, mampukah model kepemimpinan sosial seperti ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan kolektif di masa depan?

✍️ Diky HR | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : Kepemimpinan Sosial dan Kekuatan Kebersamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250