Kefamenanu,Detikreportase.com–
Dalam perjalanan pulang dari Wini menuju Kefamenanu pada Jumat sore, 11 April 2025, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyempatkan diri meninjau langsung pembangunan Gereja St. Mikhael di Bitefa yang mangkrak selama lebih dari dua dekade.
Kunjungan mendadak ini disambut langsung oleh Ketua Stasi Gereja Bitefa, Ose Timo, bersama sejumlah warga. Momen tersebut menjadi ruang aspirasi umat yang sejak lama mendambakan rumah ibadah layak untuk kegiatan liturgi mingguan.
Bupati Falen Tegaskan Komitmen Penyelesaian Pembangunan
Dalam kunjungannya, Bupati Falen menyampaikan rasa keprihatinannya atas kondisi gereja yang telah 23 tahun belum rampung. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti proses pembangunannya melalui dinas terkait.
“Ya, saya akan menyelesaikan pembangunan gereja ini. Dalam waktu dekat, Dinas PU akan datang mengadakan survei untuk ditindaklanjuti pembangunannya,” ujar Bupati Falen.
Umat Bitefa Sambut Harapan dengan Syukur
Warga menyambut pernyataan Bupati Falen dengan sukacita dan penuh harapan. Resi Tael, guru ASN di SMA Negeri 2 Kefamenanu, menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya berterima kasih kepada Bapa Bupati Falen yang sudah memperhatikan kebutuhan umat Bitefa akan sebuah bangunan gereja yang bagus, agar bisa digunakan untuk merayakan liturgi bersama imam pada hari Minggu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Remi Naihati, Kepala Sekolah SMP Negeri Bitefa.
“Wah, senang dan bersyukur sekali atas maksud baik Bupati untuk menyelesaikan pembangunan Gereja St. Mikhael Bitefa yang sudah 23 tahun terhambat. Terima kasih, Bapa Bupati,” tuturnya.
Ketua Stasi Gereja Bitefa, Ose Timo, turut mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap janji pembangunan lanjutan dari pemerintah.
“Kami hanya terima kunci saja dari Bupati setelah pembangunan gereja ini selesai. Dan saya, atas nama umat Stasi Bitefa, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Falen yang sudah memberikan perhatian penuh. Semoga Tuhan memberkati beliau,” ujarnya.
Detikreportase.com menilai langkah Bupati TTU sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hak atas fasilitas keagamaan. Perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial dan spiritual warga. Kami akan terus mengawal proses ini demi kepentingan umat.
✒️Oktav M. Klau | Detikreportase.com – NTT





