BeritaNusa Tenggara Timur

SMK Santo Thomas Maumere Sosialisasikan PKL untuk Siswa Kelas XI: Orang Tua Diajak Pertimbangkan Lokasi dan Biaya

371
×

SMK Santo Thomas Maumere Sosialisasikan PKL untuk Siswa Kelas XI: Orang Tua Diajak Pertimbangkan Lokasi dan Biaya

Sebarkan artikel ini

Sikka,Detikreportase.com–

SMK Santo Thomas Maumere menggelar sosialisasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi orang tua dan wali siswa kelas XI tahun ajaran 2024/2025 pada Sabtu, 12 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan siswa menuju kelas XII, di mana mereka akan menjalani PKL selama enam bulan, mulai Agustus 2025 hingga Januari 2026.

MoU dengan Dunia Usaha dan Industri, Siswa Bebas Memilih Lokasi Sesuai Minat dan Kemampuan

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Santo Thomas Maumere, Agustino Lameng, SH menegaskan bahwa sekolah telah menjalin kerja sama (MoU) dengan berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), baik di sektor pemerintah maupun swasta. Lokasi PKL tersebar di Surabaya, Bali, Labuan Bajo, Kupang, Maumere, Larantuka, dan Ende.

“Pilihan lokasi PKL disesuaikan dengan minat dan jurusan siswa, namun tetap mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga. Sekolah tidak mewajibkan siswa untuk PKL di daerah yang jauh,” ujar Agustino. Ia menekankan pentingnya kesepakatan antara siswa dan orang tua terkait pemilihan lokasi PKL, sebab lokasi yang jauh akan berdampak pada biaya hidup yang lebih tinggi.

Orang Tua Diminta Aktif dan Tidak Khawatir Soal Insentif Pembimbing

Ketua Komite, Bapak Stefanus Toti Keban, dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak, baik secara finansial maupun emosional. Ia mengajak semua pihak membangun sinergi dengan sekolah demi masa depan anak-anak.

Penjelasan teknis disampaikan oleh Pa Albert dan Pa Lanang, mencakup lima poin utama:

1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan lokasi praktek,

2. Pembekalan siswa sesuai jurusan,

3. Survey awal lokasi oleh guru pendamping,

4. Tata tertib PKL sebagai acuan siswa,

5. Kewajiban pembiayaan oleh orang tua sesuai pilihan lokasi.

Menanggapi pertanyaan orang tua terkait insentif pembimbing, Pa Albert menegaskan bahwa hal tersebut sudah dianggarkan dalam RAB dan RKAS sekolah. “Tidak ada pungutan tambahan untuk pembimbing dari orang tua,” ujarnya.

Di akhir sosialisasi, Kepala Sekolah mengajak seluruh orang tua untuk tetap menjalin komunikasi terbuka dengan sekolah. “Kalau ada kesulitan, mari kita koordinasi dengan baik. Semua demi kebaikan dan masa depan putra-putri kita,” pungkas Agustino.

✍️ Stefanus Keban | detikreportase.com | Sikka, NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250