BeritaNusa Tenggara Timur

Drs. Petrus Jelalu Ajak WKRI dan Umat Katolik Aktif Berpolitik: “Jangan Alergi, Politik Adalah Jalan Kerasulan”

537
×

Drs. Petrus Jelalu Ajak WKRI dan Umat Katolik Aktif Berpolitik: “Jangan Alergi, Politik Adalah Jalan Kerasulan”

Sebarkan artikel ini
Fhoto Petrus jalalu memberikan arahan tentang upaya peningkatan kesadaran politik umat Katolik di gereja spiritu Santo mıdır pada Rabu 9 April 2025

Sikka, Detikreportase.com

– Dalam upaya meningkatkan kesadaran politik umat Katolik, Drs. Petrus Jelalu menegaskan bahwa keterlibatan dalam dunia politik bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian dari panggilan iman untuk “merasul di tengah dunia”. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Partisipasi Perempuan Dalam Bidang Politik”, yang digelar di Gereja Spiritu Santo Misir, Maumere, Rabu (9/4/2025).

Politik sebagai Wujud Kerasulan di Tengah Dunia

Dalam seminar yang dihadiri 62 peserta dari WKRI Ranting Paroki Misir, Orang Muda Katolik (OMK), serta anggota Seksi Politik dan Seksi Kebangunan Rohani, Petrus Jelalu—yang juga anggota Seksi Politik Paroki Spiritu Santo Misir—mendorong agar umat Katolik, khususnya kaum perempuan, tidak alergi terhadap politik.

“Jangan alergi terhadap politik, karena politik bagi orang Katolik berarti merasul di tengah dunia,” ujar politisi Partai Demokrat asal Sikka tersebut. Ia menambahkan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik adalah upaya konkret mewujudkan kesetaraan gender dalam pembangunan bangsa dan Gereja.

Perempuan Harus Ambil Peran dalam Politik

Sebagai alumni IFTK Ledalero dan mantan anggota DPRD Sikka, Petrus menyayangkan masih sulitnya merekrut calon legislatif perempuan, terutama dalam memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen. Menurutnya, banyak perempuan masih merasa tabu atau tidak percaya diri untuk maju sebagai caleg.

“WKRI jangan hanya urus doa dan altar, tapi juga harus mempersiapkan anggotanya masuk ke arena politik. Kita butuh perempuan Katolik yang berkualitas untuk mengisi ruang-ruang pengambilan keputusan,” tegasnya.

Apresiasi WKRI dan Harapan Keterlibatan Lebih Luas

Ketua WKRI Ranting Paroki Misir, Yosefa Redempta Ida, menyambut baik kegiatan seminar yang menurutnya sangat bermanfaat bagi perempuan. “Seminar ini membuka wawasan bahwa perempuan tidak hanya urus dapur dan berdandan, tapi punya peran penting untuk bangsa dan Gereja,” ujar Ida.

Ia berharap ke depan lebih banyak perempuan diberi ruang untuk menunjukkan kapasitasnya. “Perempuan itu harus diuji dulu baru tahu kemampuannya. Jangan belum diberi kesempatan sudah dianggap tidak mampu,” tambahnya.

Kegiatan seminar ini dilanjutkan dengan rekoleksi menyongsong Hari Raya Paskah bertema “Pertobatan yang Memerdekakan Peziarah Pengharapan”, yang dibawakan oleh Pastor John Masneno, SVD, dosen IFTK Ledalero, dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi.

✍️ Yuven Fernandez – DetikReportase.com, NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250