*Bogor -Detikreportase.com Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor melakukan kegiatan Cek Lokasi atau Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lebak Pasar Jaya Mandiri, Desa pasirtanjung Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.
Kegiatan Cek Lokasi / CPCL dalam rangka verifikasi calon penerima bantuan budidaya perikanan, khususnya budidaya ikan nila sistem bioflok. Tim melakukan pengecekan kesiapan kolam, sumber air, dan kelayakan lokasi Pokdakan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Husen, didampingi oleh Irwan, Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) Wilayah III UPTD Puskeswan Jonggol. Kedatangan tim disambut langsung oleh Ketua Pokdakan Lebak Pasar Jaya Mandiri, Dede Rusyandi, beserta anggota pokdakan.
Lokasi kegiatan bertempat di Pokdakan Lebak Pasar Jaya Mandiri, Desa pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Lokasi tersebut untuk budidaya ikan nila dengan sistem kolam bioflok terpal bulat.
Kegiatan CPCL dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2026, mulai pukul 01.00 WIB hingga selesai.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan Pokdakan Lebak Pasar Jaya Mandiri layak dan memenuhi syarat sebagai calon penerima program bantuan perikanan tahun 2026. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya, memperkuat ketahanan pangan, serta memberdayakan pembudidaya lokal.
Proses pengecekan dilakukan dengan metode observasi langsung ke lapangan. Tim Dinas bersama PPS meninjau untuk kolam bioflok, sistem aerasi, kualitas air, serta melakukan wawancara dengan Ketua Pokdakan terkait manajemen budidaya dan komitmen kelompok. Ketua Pokdakan Dede Rusyandi,menjelaskan kesiapan kelompok dalam mengelola bantuan nantinya.
Irwan, PPS Wilayah III menyampaikan, “Kami dari PPS mendampingi penuh agar proses CPCL berjalan transparan dan akurat. Pokdakan Lebak Pasar Jaya Mandiri ini sangat potensial, untuk kolam biofloknya dan anggotanya aktif.”
Sementara itu, petugas Dinas, Husen, menambahkan bahwa hasil CPCL ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penetapan penerima bantuan. “Kami berharap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk peningkatan usaha budidaya,” ujarnya.
Reporter : (Irwan)





