Jawa Tengah

Korem 071/Wijayakusuma Buka Kompetisi Video Kreatif, Hadiah Total Rp22,5 Juta*

×

Korem 071/Wijayakusuma Buka Kompetisi Video Kreatif, Hadiah Total Rp22,5 Juta*

Sebarkan artikel ini

Cilacap, detikreportase.com – Kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengangkat kisah pembangunan di daerah hadir melalui Lomba Video Pendek bertajuk “Bakti TNI AD untuk Rakyat” yang diselenggarakan Korem 071/Wijayakusuma. Kompetisi ini menawarkan hadiah dengan total nilai Rp22,5 juta untuk tiga karya terbaik.

Ajang tersebut menyasar masyarakat umum, kreator konten, jurnalis warga, pelajar, mahasiswa, serta pegiat media sosial yang ingin menyampaikan cerita mengenai kontribusi TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan dan membantu masyarakat.

Peserta diminta membuat video berdurasi paling lama 90 detik. Konten yang dihasilkan perlu menggambarkan kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat secara utuh, mulai dari situasi sebelum pembangunan, kendala yang dihadapi warga, pelaksanaan kegiatan, hingga perubahan yang dirasakan setelah program berjalan.

Pendaftaran telah dibuka sejak 16 Oktober dan akan berlangsung hingga 5 Desember 2026. Sementara itu, karya wajib dipublikasikan melalui Instagram, TikTok, atau YouTube pada rentang 5 November sampai 5 Desember 2026.

Kompetisi ini diarahkan untuk memperkenalkan berbagai kegiatan pembangunan di wilayah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen kepada khalayak yang lebih luas. Pemanfaatan media audiovisual diharapkan dapat membantu masyarakat memahami proses pelaksanaan program sekaligus melihat manfaatnya secara langsung.

Panitia menyediakan hadiah sebesar Rp10 juta bagi juara pertama, Rp7,5 juta untuk juara kedua, dan Rp5 juta bagi juara ketiga.

Sepuluh Pilihan Tema Pembangunan

Peserta memiliki keleluasaan untuk menentukan objek cerita berdasarkan sepuluh subtema yang telah ditetapkan. Pilihan tersebut mencakup pembangunan jembatan, jalan rabat beton, jambanisasi dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), sumur bor, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain itu, peserta dapat mengangkat revitalisasi sekolah, panti asuhan, makam, dan tempat ibadah, maupun pembangunan jaringan pipanisasi.

Setiap subtema dapat dikembangkan menjadi cerita yang menonjolkan persoalan nyata di lapangan dan upaya penyelesaiannya. Peserta didorong untuk menyajikan lebih dari sekadar rekaman aktivitas, dengan memperlihatkan kondisi warga, proses pengerjaan, serta hasil yang membawa perubahan bagi lingkungan sekitar.

Untuk menghasilkan narasi yang terarah, panitia merekomendasikan delapan bagian dalam penyusunan video, yakni pembuka yang menarik perhatian (hook), kondisi awal, permasalahan, kehadiran TNI AD, proses pengerjaan, hasil, dampak, dan penutup.

Susunan tersebut dapat membantu peserta membangun cerita yang runtut sekaligus menyampaikan inti pesan secara efektif dalam waktu kurang dari satu setengah menit.

Popularitas Konten dan Kualitas Narasi Jadi Pertimbangan

Penilaian karya menggunakan tujuh indikator dengan akumulasi bobot 100 persen. Jumlah penayangan, tanda suka, dan komentar memperoleh porsi 20 persen, sama dengan aspek struktur video atau konten.

Kesesuaian dengan tema dan subtema mendapat bobot 15 persen, demikian pula dampak serta manfaat kegiatan bagi masyarakat. Adapun kualitas visual dan sinematografi, penyuntingan, audio dan kreativitas penyajian, serta orisinalitas ide masing-masing menyumbang 10 persen.

Sistem penilaian tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menggabungkan kreativitas produksi dengan kekuatan cerita dan relevansi informasi. Perhatian tidak hanya tertuju pada tampilan video, tetapi juga pada kemampuan karya dalam menyampaikan pesan pembangunan kepada publik.

Dari sisi ketentuan, peserta wajib memastikan konten yang diunggah tidak mengandung pornografi, ujaran kebencian, provokasi berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), berita palsu, pelanggaran hukum, maupun materi yang merendahkan pihak tertentu.

Karya juga dilarang melanggar hak cipta atau menggunakan manipulasi interaksi untuk meningkatkan penilaian. Informasi yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan serta memiliki keterkaitan dengan tema lomba dan pelaksanaan program Bakti TNI AD untuk Rakyat, termasuk manfaatnya bagi masyarakat.

Panitia turut menyediakan mekanisme pengiriman materi video mentah melalui tautan yang telah disiapkan sebagai bagian dari ketentuan kompetisi.

Dorong Partisipasi Publik melalui Media Digital

Penyelenggaraan lomba ini menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi pembangunan melalui platform digital. Berbagai latar belakang peserta diharapkan dapat menghadirkan pendekatan penceritaan yang beragam, kreatif, dan dekat dengan pengalaman warga.

Dokumentasi yang disajikan dengan baik dapat membantu memperlihatkan bukan hanya hasil pembangunan secara fisik, melainkan juga proses dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat penerima program.

Korem 071/Wijayakusuma mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dengan menghasilkan karya yang menarik, faktual, dan tetap mengedepankan tanggung jawab dalam penyampaian informasi.

Rincian persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat dilihat melalui kode QR yang tercantum pada flyer resmi lomba.

Masyarakat yang berminat perlu memperhatikan tenggat waktu yang ditetapkan, yakni 5 Desember 2026, sebagai batas akhir pendaftaran sekaligus periode terakhir publikasi video peserta. ( Wanty )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250