Rawayan gantung penghubung Sukakerta dan Bojonglarang Cianjur Selatan jadi urat nadi baru mobilitas dan ekonomi warga.
CIANJUR — DETIKREPORTASE.COM | Keberadaan infrastruktur penghubung di wilayah pedesaan kerap kali memegang peranan krusial bagi hajat hidup orang banyak. Rawayan gantung yang menghubungkan Desa Sukakerta dan Desa Bojonglarang di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur Selatan, hadir bukan sekadar menjadi jembatan fisik penyeberangan antarwilayah semata, melainkan menjelma sebagai urat nadi penting yang menopang pergerakan sosial dan ekonomi warga sehari-hari.
Bagi masyarakat setempat, terbukanya akses jalur penyeberangan yang lebih representatif ini memberikan dampak signifikan dalam memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendongkrak aktivitas perdagangan skala kecil di kawasan pedesaan Cianjur Selatan.
Peran Strategis Rawayan dalam Mempermudah Mobilitas Warga
Sebagai wilayah yang sebagian besar warganya menggantungkan roda perekonomian dari sektor agraris, ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai merupakan kebutuhan mutlak. Rawayan ini dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, pekebun, hingga pelaku usaha lokal untuk membawa berbagai komoditas hasil bumi menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Kemudahan mobilitas yang dihadirkan tidak hanya dirasakan oleh para pejalan kaki, tetapi juga memfasilitasi kendaraan roda dua maupun kendaraan angkut ringan roda tiga yang biasa digunakan warga untuk mendistribusikan hasil panen kebun dengan lebih aman dan praktis.
Aktivis Hukum Said, S.H.: Akses Terbuka, Ekonomi Warga Bergerak
Pandangan senada turut disuarakan oleh seorang aktivis hukum sekaligus warga Kampung Gelar Tanghi, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Said, S.H. Ia menilai bahwa konektivitas antara Desa Sukakerta dan Bojonglarang ini membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi mikro di tingkat lokal.
“Rawayan ini sangat penting karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat dari dua wilayah. Harapannya, akses ini tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga ikut membuka peluang ekonomi bagi warga,” ungkap Said.
Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa kelancaran arus mobilitas warga secara otomatis akan memicu multiplier effect bagi sektor usaha di sekitar jalur tersebut. Kehadiran warung kelontong, usaha kuliner lokal, penyedia jasa transportasi pedesaan, hingga sentra perdagangan hasil pertanian ulayat berpotensi tumbuh subur seiring dengan terbukanya akses penghubung antardesa ini.
Bagi masyarakat Sukakerta dan Bojonglarang, harapan ke depan sangatlah sederhana namun esensial: keberadaan rawayan gantung ini dapat terus dirawat, memberikan manfaat jangka panjang, serta menjadi katalisator penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi warga di pelosok Cianjur Selatan.
✍ Reporter : Irwan | Editor : Redaksi | Cianjur – Jawa Barat.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.





