BMKG catat puluhan gempa susulan guncang Sumba Barat Daya.
SUMBA BARAT DAYA — DETIKREPORTASE.COM | Rangkaian aktivitas gempa bumi yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, belum juga reda. Selepas guncangan utama berkekuatan signifikan pada akhir pekan lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat adanya aktivitas gempa susulan yang dirasakan warga pada Senin (5/10/2026) pagi.
Gempa susulan terbaru tersebut tercatat terjadi pada pukul 06.19.11 WIB dengan magnitudo 3,9. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 6 kilometer sebelah selatan Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 14 kilometer. Guncangannya dirasakan nyata oleh masyarakat di wilayah Tambolaka dengan skala intensitas mencapai III MMI.
Gempa Utama M5,9 dan Puluhan Aktivitas Susulan
Sebelumnya, guncangan utama berkekuatan magnitudo 5,9 telah terlebih dahulu memporak-porandakan kawasan tersebut pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB. Episenter gempa yang berpusat di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi dengan kedalaman 30 kilometer ini dipastikan oleh BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Meski demikian, karakteristik gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault) tersebut menghasilkan guncangan yang sangat kuat. Skala guncangan bahkan mencapai level VI MMI di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, yang membuat seluruh penduduk berhamburan keluar rumah akibat kepanikan.
“Hingga Minggu pagi, tercatat sebanyak 62 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara 1,5 hingga 4,3,” demikian laporan resmi pemantauan kegempaan BMKG.
Dampak Kerusakan Bangunan dan Imbauan Kewaspadaan
Dampak gelombang gempa susulan yang terus menerus ini dilaporkan mulai menimbulkan kerugian material di tengah masyarakat. Laporan sementara mencatat sejumlah bangunan warga serta fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang, disertai satu korban dilaporkan mengalami luka ringan.
Menyikapi situasi yang masih dinamis ini, pihak BMKG terus mengimbau masyarakat Sumba Barat Daya untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra. Warga diminta untuk tidak langsung memasuki atau menempati hunian yang mengalami keretakan pada dinding maupun struktur bangunan guna menghindari risiko jatuhnya reruntuhan susulan.
Masyarakat juga diingatkan agar senantiasa menyaring informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi sah milik BMKG dan mengabaikan segala bentuk kabar bohong (hoaks) yang beredar di tengah situasi darurat.
✍ Reportase :Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Sumba Barat Daya – Nusa Tenggara Timur.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.





