RIAUSosok

Zulkifli A. dan Gagasan untuk Desa Tambun: Dari Jalan Kebun hingga Penguatan Ekonomi Warga

×

Zulkifli A. dan Gagasan untuk Desa Tambun: Dari Jalan Kebun hingga Penguatan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
Zulkifli A, tokoh masyarakat dan Ketua LKMD Desa Tambun, Pelalawan.
Zulkifli A saat memaparkan gagasan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan masyarakat untuk Desa Tambun.

Fokus pada infrastruktur perkebunan, transparansi dana desa, serta penguatan UMKM dan pelayanan publik.

​PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Perkembangan sebuah desa tidak hanya diukur dari bangunan fisik yang berdiri di pusat permukiman. Lebih dari itu, roda kehidupan masyarakat sangat ditentukan oleh hal-hal keseharian yang bersentuhan langsung dengan aktivitas mereka—mulai dari akses jalan yang dilalui menuju kebun, pertumbuhan usaha mikro, tata kelola pemerintahan, hingga keterbukaan dalam pengelolaan dana desa.

​Persoalan-persoalan mendasar inilah yang menjadi inti perbincangan saat Zulkifli A. bersilaturahmi dan berdiskusi dengan tim DetikReportase.com, Senin (28/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, pria yang saat ini masih memegang amanah sebagai Ketua LKMD Desa Tambun ini memaparkan pandangannya mengenai arah pembangunan dan kebutuhan nyata masyarakat di Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

​Melihat Pembangunan dari Kebutuhan Riil Warga

​Bagi Zulkifli, perhatian terhadap infrastruktur harus diarahkan pada titik-titik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di desa yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor agraris, akses jalan kebun memegang peranan krusial bukan sekadar untuk mobilitas, melainkan juga sebagai urat nadi kelancaran distribusi hasil panen.

​Pembangunan desa, menurutnya, tidak cukup hanya mempercantik area pusat desa, tetapi juga harus menyentuh jalur-jalur ekonomi tempat warga mencari penghidupan setiap hari.

​Sawit, UMKM, dan Tata Kelola Pemerintahan

​Sebagai penopang utama ekonomi lokal, sektor perkebunan kelapa sawit perlu terus mendapat perhatian agar kesejahteraan petani tetap terjaga. Namun, Zulkifli juga menekankan pentingnya membuka ruang bagi perkembangan sektor UMKM agar perekonomian desa tidak hanya bertumpu pada satu komoditas saja.

​Semua gagasan ini, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Pengelolaan dana desa yang terbuka membuat masyarakat bisa memahami arah program sekaligus ikut mengawasinya. Keterbukaan tersebut tentu harus disempurnakan dengan kualitas pelayanan publik di kantor desa yang ramah, jelas, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

​Visi Menuju Desa Tambun yang Maju dan Harmoni

​Berbekal pengalaman panjangnya di tengah masyarakat—termasuk keaktifannya membersamai kelompok pemuda dan kaum perempuan—kelahiran Tambun, 12 April 1970 ini merangkum seluruh gagasan pembangunan tersebut ke dalam sebuah visi:

​“Mewujudkan Desa Tambun yang Maju, Sejahtera, Adil dan Harmoni.”

​Di tengah dinamika tahapan Pilkades Desa Tambun 2026 yang sedang bergulir, Zulkifli mengingatkan bahwa kebutuhan dasar warga tidak boleh berhenti sekadar pada momentum pemilihan. Pembangunan dan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat harus tetap berlanjut siapapun yang nantinya memegang kepemimpinan desa.

​“Siapa pun nantinya yang dipercaya oleh masyarakat, persoalan-persoalan ini diharapkan tetap menjadi perhatian demi kemajuan masyarakat Desa Tambun,” ungkap Zulkifli.

​Sebab pada akhirnya, denyut nadi sebuah desa tidak diukur dari seberapa megah rencana yang tersusun di atas kertas, melainkan dari seberapa konsisten kebutuhan warganya diakomodasi, dirawat, dan diperjuangkan dari waktu ke waktu.

​✍️ Reportase : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Pelalawan – Riau.

​DETIKREPORTASE.COM — Dari desa, berbagai gagasan tentang pembangunan terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250