RSUD Pangeran Ratu Kusuma Anom Sandai Buka IGD dan Rawat Inap, Layanan Gratis hingga Desember
KETAPANG, DETIKREPORTASE.COM KALBAR — Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi meluncurkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap di RSUD Pangeran Ratu Kusuma Anom Sandai, Senin (14/9/2026).
Peluncuran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perhuluan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, masyarakat tidak hanya dari Kecamatan Sandai yang dapat memanfaatkan layanan tersebut. Akses pelayanan juga terbuka bagi warga dari sejumlah kecamatan di wilayah sekitar, seperti Simpang Hulu, Simpang Dua, Laur, Nanga Tayap dan wilayah lainnya.
“Semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan di sini. Untuk layanan ini, gratis sampai Desember,” kata Alexander Wilyo dalam kegiatan peluncuran.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya layanan kegawatdaruratan dan rawat inap.
Dengan beroperasinya layanan IGD dan rawat inap, RSUD Pangeran Ratu Kusuma Anom Sandai diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas rujukan kesehatan bagi masyarakat di kawasan perhuluan Ketapang.
Penanganan Karhutla Dimaksimalkan
Dalam kesempatan tersebut, Alexander Wilyo juga menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi kemarau.
Menurutnya, pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani kebakaran. Strategi penanganan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi lahan.
Untuk wilayah dengan karakter tanah mineral dan kawasan perbukitan, pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan water bombing serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya mengendalikan potensi kebakaran.
“Intinya kita maksimalkan ikhtiar. Untuk daerah tanah mineral dan bukit-bukit, kita fokus dengan water bombing dan OMC,” ujarnya.
Sementara itu, kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut, seperti wilayah Pelang, memerlukan pola penanganan yang berbeda. Kondisi gambut yang mudah terbakar dan berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan membuat penanganannya tidak dapat disamakan dengan kawasan tanah mineral.
“Kalau daerah gambut seperti Pelang, tetap dengan penanganan khusus,” kata Alexander.
Distribusi Air Bersih Masih Diprioritaskan ke Pesisir
Selain Karhutla, persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian Pemkab Ketapang selama musim kemarau.
Alexander menjelaskan, distribusi dan penanganan air bersih saat ini masih diprioritaskan untuk wilayah pesisir. Salah satu pertimbangannya adalah kawasan tersebut telah terdampak intrusi air laut, sehingga sumber air masyarakat mengalami penurunan kualitas.
“Untuk water treatment air bersih, kita masih fokus di daerah pesisir karena mempertimbangkan daerah pesisir sudah terpapar intrusi air laut,” jelasnya.
Sementara untuk wilayah perhuluan, pemerintah masih mempertimbangkan keberadaan sumber air tanah melalui sumur yang dinilai masih dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Untuk daerah perhuluan, pertimbangannya sumur masih bisa diandalkan,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang terus melakukan penyesuaian penanganan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Perbedaan karakter geografis, sumber air, serta kondisi lahan menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk intervensi di lapangan.
Peluncuran layanan IGD dan rawat inap di RSUD Pangeran Ratu Kusuma Anom Sandai sekaligus menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Ketapang, mulai dari akses kesehatan hingga dampak kekeringan dan Karhutla.
Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar





