Genetis Magelang dan Piiva Muntilan Keluar Sebagai Juara
PURWOREJO — DETIKREPORTASE.COM | Nyaris tiga pekan lamanya denyut nadi gairah olahraga bola voli berdenyut kencang di Desa Kedungpucang, Kabupaten Purworejo. Kendati memakan waktu yang tidak singkat, antusiasme serta semangat masyarakat untuk menyaksikan ketatnya laga demi laga justru semakin membuncah hingga detik-detik malam puncak penutupan.
Ajang bergengsi Kedungpucang Cup 2026 resmi berakhir pada Sabtu, 12 September 2026, setelah sukses mempertemukan sebanyak 48 tim hebat dari berbagai penjuru daerah. Turnamen yang telah bergulir sejak 22 Agustus 2026 ini sekaligus menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali gelora kompetisi bola voli rakyat di tingkat lokal.
Kompetisi berskala regional ini diikuti oleh 32 tim putra dan 16 tim putri tangguh yang datang memperebutkan gengsi dan prestasi dari berbagai wilayah tetangga, mulai dari Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kebumen, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tiga Pekan Pertarungan Sengit 48 Tim Lintas Daerah
Ketua Panitia Kedungpucang Cup 2026, Hermawan, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen tahun ini membawa nafas segar untuk menghidupkan kembali tradisi kompetisi bola voli di Kedungpucang yang sempat vakum sebelumnya.
“Dengan tempat dan lapangan yang baru, muncul semangat baru untuk mengadakan Kedungpucang Cup 2026,” ujar Hermawan dengan penuh rasa bangga.
Setelah melalui pertarungan ketat selama tiga pekan, babak puncak akhirnya menelurkan para juara sejati di masing-masing kategori:
- Kategori Putra: Genetis Kalinegoro (Magelang) sukses keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan perlawanan sengit dari Sidomukti Bener (Purworejo) di partai final.
- Kategori Putri: Gelar juara diborong oleh Piiva Muntilan (Magelang) yang tampil perkasa dan membungkam Patriot Purworejo di posisi runner-up.
Guna mengapresiasi keringat dan perjuangan para atlet, pihak panitia penyelenggara telah menyiapkan total hadiah fantastis senilai Rp20 juta yang dibagi rata untuk kategori putra dan putri.
Malam Final Dibanjiri 1.500 Penonton
Kemeriahan Kedungpucang Cup 2026 tidak hanya dimonopoli oleh aksi heroik para pemain di atas lapangan persegi, melainkan juga disokong penuh oleh lautan suporter dan penonton yang memadati area venue.
Tercatat pada malam grand final, sekitar 1.500 tiket baik kategori VIP maupun reguler ludes terjual diserbu warga. Seluruh sudut area sekitar lapangan tampak tumpah ruah oleh penonton yang setia memberikan dukungan hingga pertandingan pamungkas tuntas.
Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi terhadap kolosal dan tingginya animo masyarakat. Menurutnya, turnamen mandiri seperti ini merupakan inkubator ideal untuk memantau dan menemukan talenta pemain potensial yang siap dibina ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.
“Harapannya para pemain kita kalau muncul bisa cepat terlihat, sehingga ke depan pembinaan olahraga di kabupaten semakin maju,” ungkap Muhammad Abdullah.
Menjaring Bibit Unggul Menuju Panggung Proliga
Dukungan nyata terhadap keberlangsungan pembinaan prestasi atlet daerah turut disuarakan oleh Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo. Ia mendorong agar pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan memperbanyak frekuensi turnamen serupa guna merawat ekosistem olahraga voli di akar rumput.
Menurut Imam, kompetisi yang digelar secara konsisten dan berjenjang akan membuka lebar jalan bagi lahirnya atlet-atlet muda berbakat asal Purworejo yang siap menembus level profesional.
“Harapan ke depan, khususnya olahraga voli, bisa muncul bibit-bibit muda yang luar biasa, supaya nanti bisa mengisi kancah paling tidak Proliga,” tegasnya.
Menanggapi sukses besar penyelenggaraan tahun ini, Hermawan memastikan bahwa pihaknya membuka peluang lebar untuk kembali menggelar ajang serupa tahun depan dengan skala yang lebih meriah.
“Insyaallah akan kami adakan Kedungpucang Cup yang kedua,” pungkasnya.
Pada akhirnya, Kedungpucang Cup 2026 sukses membuktikan bahwa denyut nadi dan gairah bola voli rakyat masih menyala terang. Dari lapangan sederhana di pelosok desa, asa besar untuk melahirkan bintang voli masa depan kini resmi dimulai.
✍️ Penulis : Edvin Riswanto | Editor : Redaksi | Purworejo – Jawa Tengah.
DETIKREPORTASE.COM — Membuka Fakta, Menjaga Integritas Pelayanan Publik.





