Abu Vulkanik Ganggu Ratusan Penerbangan, BNPB Pastikan Aman dari Tsunami
JAKARTA — DETIKREPORTASE.COM | Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intensif sejak Jumat (4/9/2026) malam, memuntahkan kolom abu tebal yang berdampak luas hingga mengganggu sektor penerbangan sipil nasional.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik terbawa tiupan angin membentuk dua klaster utama yang mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Pada ketinggian tertentu, partikel abu bahkan terpantau melayang hingga mencapai kisaran 50.000 kaki, memaksa otoritas penerbangan mengambil langkah antisipatif demi keselamatan navigasi udara.
209 Penerbangan Terdampak di Bandara Soekarno-Hatta
Dampak langsung letusan tersebut dirasakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Otoritas bandara terpaksa memberlakukan pembatasan operasional sementara akibat sebaran debu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan mengalami gangguan serius, yang mengakibatkan 22.798 penumpang terdampak secara langsung. Sejumlah maskapai penerbangan domestik maupun rute internasional harus membatalkan jadwal, menunda keberangkatan (delayed), atau mengalihkan rute penerbangan demi menghindari area kepulan abu vulkanik.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan pihaknya terus merilis pemutakhiran data pergerakan debu secara berkala guna memandu keselamatan operasional penerbangan di wilayah udara Jawa dan Sumatera.
Imbauan BNPB: Warga Diminta Tenang dan Waspada Radius 3 Kilometer
Di tengah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga pesisir Banten dan Lampung yang masih dibayangi trauma tsunami masa lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar publik tidak panik berlebihan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa evaluasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan pertumbuhan tubuh gunung pasca-erupsi besar tahun 2018 masih dalam skala relatif kecil.
“Masyarakat di Banten dan Lampung diharapkan tidak panik,” ujar Berton menenangkan warga.
Meski potensi keruntuhan tubuh gunung yang dapat memicu tsunami dipastikan belum terlihat, tingkat kewaspadaan tinggi tetap harus dijaga. Pemerintah menetapkan zona larangan beraktivitas mutlak dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif bagi nelayan, wisatawan, maupun masyarakat umum.
Warga di wilayah terdampak hujan abu juga dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Sementara itu, calon penumpang pesawat diimbau untuk terus memantau pembaruan jadwal penerbangan langsung dari maskapai masing-masing.
✍️ Penulis : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Jakarta.
DETIKREPORTASE.COM — Mengabarkan Peristiwa, Mengawal Dampak, Menjaga Fakta.





