Bara Sisa Pembersihan Lahan Merembet ke Petak Hutan Perhutani di Cilacap, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Selama Dua Jam
CILACAP — DETIKREPORTASE.COM | Bara api sisa pembukaan lahan yang sempat dikira telah padam mendadak kembali menyala dan berubah menjadi kobaran besar. Peristiwa kebakaran lahan milik warga di Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026), dilaporkan merembet dengan cepat hingga mengancam kawasan hutan lindung di sekitarnya.
Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya membersihkan sisa tebangan dengan cara dibakar tanpa pengawasan ketat, terlebih di tengah musim kemarau yang rawan memicu perluasan titik api ke kawasan hutan.
Berdasarkan laporan di lapangan, kepulan api terpantau mulai membesar sekitar pukul 15.08 WIB, setelah jilatan api dari lahan warga melompat dan menjalar masuk ke Petak 31 G TKL Jati RPH Cimanggu. Kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas pembersihan sisa tebangan pohon yang apinya diduga belum sepenuhnya mati, lalu tersulut kembali oleh tiupan angin kencang.
Aksi Cepat Tim Gabungan dan Warga Padamkan Api
Mendapat laporan darurat tersebut, respons cepat langsung ditunjukkan oleh aparat gabungan yang terdiri dari personel Polsek Cimanggu, Forkopimcam, Koramil 014 Cimanggu, pihak Perhutani, pemerintah desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur relawan, serta warga setempat yang bergegas mendatangi titik lokasi.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, S.H., menegaskan bahwa fokus utama petugas saat tiba di lokasi adalah melokalisir api agar tidak semakin masuk dan meluas ke dalam kawasan hutan produksi.
“Prioritas kami mencegah api menjalar lebih jauh ke kawasan hutan,” ujar Ipda Galih.
Proses pemadaman di lapangan tidak berjalan mudah. Medan yang berbukit serta lokasi titik api yang cukup jauh dari sumber air membuat petugas harus berputar otak menggunakan alat seadanya, mulai dari ember, galon air, hingga tas siaga air khusus kebakaran. Berkat kerja keras dan gotong royong yang intensif selama kurang lebih dua jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam total pada pukul 17.00 WIB.
0,2 Hektare Lahan Terbakar dan Belasan Pohon Terdampak
Berdasarkan hasil asesmen dan pendataan awal di lapangan, total area yang terdampak akibat insiden ini mencapai 0,2 hektare, yang mencakup sebagian lahan milik warga serta petak kawasan Perhutani.
Laporan terperinci menyebutkan bahwa sebanyak 16 pohon pinus dan jati mengalami kerusakan akibat terbakar. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan atau sarana vital warga. Sementara itu, total kerugian materiil akibat kerusakan vegetasi masih dalam proses penghitungan pihak berwenang.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi kejadian. Tim gabungan melanjutkan proses penyisiran (sweeping) dan pendinginan (mopping up) guna memastikan tidak ada lagi sisa bara tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.
Menanggapi kejadian ini, Danramil Cimanggu, Lettu Cke Iwan Margono, memberikan imbauan tegas agar masyarakat menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar karena memiliki risiko kerugian yang sangat tinggi. Kasi Humas Polresta Cilacap juga mengingatkan warga agar selalu mengawasi sisa pembakaran dan memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Peristiwa di Bantarmangu ini memberikan pelajaran berharga bahwa kelalaian kecil berupa sisa bara yang diabaikan dapat berakibat fatal bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan publik di sekitar kawasan hutan.
✍️ Penulis : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Cilacap – Jawa Tengah.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Peristiwa, Menjaga Lingkungan, Mengutamakan Keselamatan Publik.





