Jawa TengahPendidikan & Ilmu Pengetahuan

550 Siswa SMKN 8 Purworejo Belajar AI, Polisi Ingatkan Bahaya Hoaks dan Jejak Digital

×

550 Siswa SMKN 8 Purworejo Belajar AI, Polisi Ingatkan Bahaya Hoaks dan Jejak Digital

Sebarkan artikel ini
Suasana interaktif pelatihan Paham AI bagi ratusan siswa SMKN 8 Purworejo bersama Polres Purworejo.
Sebanyak 550 siswa SMKN 8 Purworejo mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta edukasi bahaya hoaks dan jejak digital oleh Polres Purworejo.

Polres Purworejo Gandeng 32 Trainer Beri Pelatihan Literasi AI dan Keamanan Digital untuk Pelajar

PURWOREJO — DETIKREPORTASE.COM | Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Namun, di balik kemudahan dan kecepatan teknologi tersebut, tersimpan berbagai risiko yang tidak boleh diabaikan, mulai dari maraknya penyebaran hoaks, penyalahgunaan konten, hingga ancaman jeratan hukum di ruang digital.

​Hal inilah yang menjadi fokus utama perhatian jajaran Polres Purworejo saat membekali sekitar 550 siswa SMK Negeri 8 Purworejo melalui program pelatihan intensif bertajuk “Paham AI”, pada Kamis (3/9/2026).

​Kegiatan edukatif yang berlangsung selama tiga setengah jam tersebut dirancang bukan sekadar mengajarkan teknis penggunaan AI. Lebih dari itu, para siswa diajak untuk memahami cara memanfaatkan teknologi secara cerdas, produktif, aman, serta memegang teguh prinsip tanggung jawab etika.

​Pelatihan Interaktif dengan 32 Trainer Profesional

​Untuk memaksimalkan penyerapan materi, kegiatan ini melibatkan 32 trainer profesional yang membagi ratusan peserta ke dalam 16 kelas tematik.

​Pola pengajaran kelompok kecil tersebut membuat suasana pelatihan berjalan sangat interaktif. Para siswa terlihat antusias dan aktif melempar pertanyaan serta berdiskusi langsung mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung kegiatan belajar akademik maupun aktivitas kreatif sehari-hari.

​Edukasi Bahaya Hoaks dan Konsekuensi Jejak Digital

​Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam pelatihan adalah mengantisipasi semakin mudahnya pembuatan dan penyebaran disinformasi berbasis AI.

​Para siswa dibekali pemahaman kritis agar tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di media sosial. Mereka didorong untuk selalu melakukan verifikasi sumber (fact-checking) dan menyadari bahwa konten digital yang tampak sangat meyakinkan belum tentu mencerminkan kebenaran.

​Selain itu, pihak kepolisian secara khusus mengingatkan bahwa seluruh aktivitas di dunia maya selalu meninggalkan jejak digital yang permanen. Penggunaan AI secara sembrono—terutama yang berkaitan dengan pembuatan dan penyebaran konten melanggar hukum—dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

​Apresiasi Pihak Sekolah dan Sertifikasi Resmi

​Manajemen SMK Negeri 8 Purworejo menyambut sangat positif penyelenggaraan program kolaboratif ini. Pihak sekolah menilai pembekalan literasi digital dan AI sejak dini sangat mendesak agar siswa tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas etika.

​Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta yang sukses mengikuti rangkaian pelatihan ini akan memperoleh sertifikat resmi yang ditandatangani oleh Kepala Divisi TIK Polri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

​Di tengah laju perkembangan teknologi AI yang kian tak terbendung, langkah edukatif dari Purworejo ini membawa pesan penting bagi dunia pendidikan nasional: kecakapan mengoperasikan teknologi wajib berjalan selaras dengan nalar kritis, etika bermedia, serta kesadaran hukum di ruang maya.

​✍️ Penulis : Edvin Riswanto | Editor : Redaksi | Purworejo – Jawa Tengah.

DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Generasi Digital, Cerdas Memanfaatkan AI, Bijak di Ruang Maya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250